Cara Google Jamin Smartphone Android Bebas Malware

/
/
/
ad-mania

Juni tahun 2012, Google meluncurkan sistem operasi Android Jelly Bean 4.1 dengan fitur utama Project Butter. Berikutnya muncul update Jelly Bean 4.3 yang awalnya dikira itu Key Lime Pie. Android terbaru ini membuat kinerja perangkat mobile lebih lembut dan mengandung beberapa optimasi.

Namun sejalan dengan perkembangan Android, orang-orang mulai khawatir dengan keamanannya. Tentu saja, semakin maju teknologi sistem operasi, semakin canggih virus yang siap menggerogotinya. Ada virus yang ringan dan adapula yang berat serta memiliki daya rusak tinggi. Hal itu kemudian menjadikan orang lebih takut virus atau malware di Android daripada sebelumnya.

Fenomena itu sudah benar-benar diantisipasi oleh Google. Pada Android 4.2 Google menambahkan fitur keamanan yang disebut Verify Apps. Fitur ini bertugas memindai aplikasi ponsel yang diunduh baik dari Google Store sendiri maupun dari pihak ketiga.

Sebenarnya, Verify Apps sudah tersedia pada semua perangkat Android dari versi 2.3 hingga seterusnya. Sebanyak 95 persen perangkat Android masih menyediakan fitur tersebut. Lalu kini Verify Apps memiliki tandem dengan fitur lainnya yang sudah tersedia sejak lama, yakni pemindah aplikasi di Google Play Store. Kedua alat keamanan ini bekerja “bahu membahu” dalam mencegah masuknya malware. Oleh karena itu, pengguna dijamin tidak degdegan ketika hendak mengunduh aplikasi dari Google Play Store.

android-verify-apps

Android Verify Apps

Pada Android 4.3 Jelly Bean, Google melakukan perbaikan-perbaikan sistem keamanan tersebut. Google menambahkan fitur keamanan baru yang disebut Security-Enhanced Linux (SELinux). Fitur ini melengkapi dua fitur kemanan tadi, Verify Apps dan pemindai aplikasi di Google Play Store. Saat ini SELinux menjadi bagian terpenting dalam keamanan ponsel.

Dengan demikian, jika diringkas berikut upaya Google selama dua tahun dalam menjamin keamanan ponsel.

  1. Sebuah pemindai aplikasi di Google Play Store yang memindai setiap aplikasi yang diunggah atau dimasukkan oleh pengembang. Alat ini secara otomatis menolai aplikasi yang jahat atau mengandung virus atau malware.
  2. Sebuah sistem di perangkat dari Android 2.3 hingga ke atasnya yang disebut Verify Apps memindai setiap aplikasi yang terinstal di perangkat mobile Anda untuk menjamin bebas malware. Dengan demikian, ini menjadi tahap kedua pemindaian.
  3. Selanjutnya ada Apps Ops –saat ini masih berbentuk beta– yang mengontrol izin aplikasi apapun yang diunduh dan dipasang di perangkat. Misalnya, jika Anda tidak menginginkan Facebook melihat lokasi Anda, makan alat ini bisa melakukannya.
  4. SELinux, fitur keamanan Linux yang melindungi fungsionalitas sistem operasi inti.

Kendati sudah ada sistem keamanan lengkap dari Google sendiri, namun tetap harus didukung upaya pengguna sendiri dalam mencegah masuknya virus atau malware di perangkat Android. Upaya individual pengguna termasuk:

  1. Hanya mengunduh aplikasi dari sumber terpercaya dan terkenal, misalnya Play Store, Amazon Apps Store dan lainnya.
  2. Gunakan akal sehat. Di banyak kasus, aplikasi malware mudah didapat. Hati-hati terhadap aplikasi atau game gratis. Lihat dahulu pengembangnya sebelum aplikasi tersebut diunduh.

Sumber: AndroidAuthority

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This div height required for enabling the sticky sidebar
Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views :