3 Aplikasi Navigasi Layak Dipakai

/
/
/
aplikasi peta navigasi

Saat ini, terdapat 3 aplikasi navigasi yang layak dipakai dan dipercaya, yakni Google Maps, HERE dan Waze. Ketiganya menyajikan arah yang tepat, terutama di kota-kota besar.

Google Maps yang dikeluarkan Google ini sudah tak asing lagi, terutama bagi para pengguna Android dan iOS. Aplikasi ini terus diperbaharui dan dikembangkan oleh Google, yang terbaru adalah fitur peta offline. Fitur ini menyediakan “Save map to use offline” untuk kota-kota tertentu. Pengguna bisa menjelajahi kota dimaksud kendati tak tersambung ke internet. Fitur ini tersedia di Google Maps versi 8.0 untuk Android dan versi 3.0 untuk iOS.

Selain itu, Google Maps versi terbaru menyediakan navigasi turn-by-turn yang ikut menunjukkan jalur yang mesti diambil ketika hendak keluar dari pintu tol atau putaran jalan. Fitur ini juga menginformasikan jarak tujuan dan perkiraan waktu kedatangan berdasarkan kecepatan pengendara.
Bahkan, Google Maps versi terbaru juga memberikan alternatif jalur yang akan dilalu pengendara. Fitur ini juga tersedia di Waze yang akan dijelaskan nanti.

Aplikasi Navigasi lainnya yang layak digunakan adalah HERE yang tersedia di ponsel Nokia. Aplikasi HERE, secara fungsional, sama dengan Google Maps, namun bedanya, HERE Maps kini menyediakan fitur “traffic”. Fitur ini terbilang baru dan hanya tersedia di Jabodetabek.
“Traffic” menyajikan jalur-jalur macet secara live. Pengguna bisa mengetahui jalur-jalur mana saja yang sedang macet sehingga bisa mencari jalan alternatif. Terdapat tiga warna sebagai penanda kondisi jalan, yakni hijau menunjukkan jalur tersebut lancar, kuning relatif padat dan merah menandakan jalur tersebut macet.

Kelebihan HERE adalah kinerja aplikasi yang cepat, terutama di ponsel-ponsel Nokia. Proses loading untuk membuka peta atau navigasi terbilang cepat, berbeda dengan Google Maps.
Aplikasi Navigasi lainnya wajib dimiliki oleh pengendara adalah Waze. Waze memang saat ini sudah diakuisisi Google sehingga terkesan Waze sudah tidak berguna lagi ketika disatukan dengan Google Maps. Namun tunggu dulu, Waze memiliki fitur yang tidak tersedia di Google Maps, yakni data kondisi lalu lintas aktual.

Selain itu, masing-masing pengguna bisa saling memberitahukan kondisi lalu lintas, bahkan bisa menginformasikan satu sama lain penyebab kemacetan. Tentu saja, Waze juga memberikan jalur alternative jika jalan yang saat itu akan dilalui pengguna mengalami kemacetan lalu lintas. Aplikasi Waze di Indonesia cukup banyak dipakai. Dikutip Kompas.com, sebanyak 750.000 di Nusantara pengguna aktif memakai aplikasi Waze ini.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This div height required for enabling the sticky sidebar
Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views :