Pengertian Lailatul Qadar dan Ciri-cirinya Menurut Al Quran dan Hadist

/
/
/
Pengertian Lailatul Qadar dan ciri-cirinya

Simak pengertian Lailatul Qadar dan ciri-ciri malam yang lebih baik dari 1.000 bulan yang terjadi pada momen Ramadhan.

Pada Bulan Ramadhan ini ada yang ditunggu oleh umat Islam, yakni Lailatul Qadar yang biasanya jatuh pada 10 hari terakhir bulan suci tersebut. Berikut ciri-ciri malam Lailatul Qadar turun menurut Al Quran.

Diketahui, salah satu malam istimewa yang biasa hadir pada Bulan Ramadhan adalah Lailatul Qadar. Bahkan malam Lailatul Qadar sering disebut juga malam lebih baik dari 1.000 bulan.

Muslim yang menjalankan ibadah Ramadhan meyakini bahwa Lailatul Qadar biasa turun pada tanggal ganjil di Bulan Ramadhan pada 10 hari terakhir.

Untuk mendapatkan Lailatul Qadar, umat Islam biasa meningkatkan ibadahnya.

Pengertian Lailatul Qadar?

Lailatul Qadar adalah momen ketika Allah SWT menurunkan wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW berupa aya-ayat Al Quran. Penurunan wahyu tersebut terjadi pada malam hari. Momen tersebut sangat istimewa bagi umat Islam.

Secara etimologi, Lailatul Qadar berasal dari bahasa Arab, yakni Lailatul dan Qadar. Lailatul berasal dari kata “lail” yang berarti malam. Sementara qadar sendiri bermakna ketetapan. Dengan demikian, Lailatul Qadar memiliki makna malam ketetapan.

Menurut Wikipedia, Lailatul Qadar adalah suatu malam penting dan istimewa di Bulan Ramadhan.

Lailatul Qadar bisa ditemui adalam Al Quran surah Al Qadar yang merupakan surah ke-97 dalam mushaf Al Quran.

Quarish Shihab dalam Media.isnet.org sebagaimana dilansir Wikipedia menyebutkan bahwa Lailatul Qadar dipahami menjadi tiga hal:

1. Malam penetapan Allah bagi perjalanan kehidupan manusia. Hal itu tersirat dalam Surah A-Dukhan ayat 3-5 yang artinya: Sesungguhnya Kami menurunkannya (Al-Qur’an) pada suatu malam, dan sesungguhnya Kamilah yang memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan semua urusan yang penuh hikmah, yaitu urusan yang besar di sisi Kami.

2. Lailatul Qadar dimaknai dengan malam penuh kemuliaan. Malam itu disebut mulia karena merupakan momen yang dipilih untuk turunnya Al Quran.

3. Makna lain dari Lailatul Qadar adalah malam uang sempit. Hal itu karena banyak malaikat turun ke bumi. Makna tersebut bisa dijumpai adalah surah Al Qadar ayat 26 yang artinya: “Allah melapangkan rezeki yang dikehendaki dan mempersempit (bagi yang dikehendaki-Nya.”

4. Lailatul Qadar juga memiliki arti malam janji Allah untuk melimpahkan keutamaan kepada umat Islam. Keutamaan dimaksud adalah lebih baik dari 1.000 bulan.

Ciri-ciri malam Lailatul Qadar

Mungkin Anda bertanya, lalu apa ciri-ciri Lailatul Qadar? Apakah semua umat Islam bisa merasakannya?

Tidak semua umat Islam bisa merasakan malam Lailatul Qadar. Malam yang lebih baik dari 1.000 bulan dirasakan oleh mereka yang terpilih oleh Allah sebagai konsekuensi dari peningkatan ibadah di Bulan Ramadhan.

1. Udar sejuk dan tenang

Menurut hadist riwayat Ibnu Abbas, Rasulullah SAW bersabda tentang ciri Lailatul Qadar. Berikut sabdanya:

Malam Lailatul qadar adalah malam yang sejuk tidak panas dan tidak dingin, di pagi harinya cahaya mentarinya lembut dan berwarna merah”.

2. Langit bersih dan terang di malam hari

Ciri lain dari Lalilatul Qadar adalah langit bersih dan terang di malam hari.

Hal itu sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan Ahmad yang artinya:

“Malam lailatul qadar itu langit bersih, udara tidak dingin atau panas, langit tidak berawan, tidak ada hujan, bintang tidak nampak, dan pada siang harinya matahari bersinar tidak begitu panas”. (HR. Ahmad)

3. Sinar matahari cerah namun teduh

Matahari terbit dengan cerah namun teduh. Hal itu terjadi pada pagi hari setelah malam Lailatul Qadar.

Meski cerah, namun sinar matahari tidak menyengat, malah meneduhkan.

Sabda Rasulullah yang diriwayatkan Dari Ubaiy bin Ka’ab bahwa “Pagi hari dari malam lailatul qadar terbit matahari tidak menyengat bagaikan bejana sampai meninggi.” (HR. Ahmad).

4. Lailatul Qadar dirasakan pada malam ganjil 10 hari terakhir Ramadhan

Malam Lailatul Qadar terjadi pada 10 hari terakhir pada tanggal ganjil di bulan Ramadan. Artinya malam yang mulia ini terjadi pada malam ke-21, 23, 25, 27 dan 29.

Ibnu Hajar al Asqalani menyebutkan bahwa malam Lailatul Qadar terjadi pada tanggal ganjil antara tanggal 21 dan 23.

Demikianlah pengertian Lailatul Qadar serta ciri-cirinya. Umat Islam yang terpilih bisa merasakan Malam Lailatul Qadar. Apakah Anda salah satunya?

 

This div height required for enabling the sticky sidebar
Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views :