11 Tempat Wisata di Karangasem Bali yang Sudah Bisa Dikunjungi – Kompas.com – Kompas.com

Diposting pada

11 Tempat Wisata di Karangasem Bali yang Sudah Bisa Dikunjungi
Tim Redaksi

KOMPAS.com – Bali memiliki beberapa tempat wisata menarik yang bisa dikunjungi. Hal ini karena hampir seluruh kabupaten/kotanya memiliki keunikannya tersendiri.
Salah satu destinasi wisata di Bali yang bisa dikunjungi selagi berlibur di sana adalah Kabupaten Karangasem.
Mengutip Tribun Bali, Jumat (11/9/2020), Kepala Dinas Kebudayaan Karangasem, I Putu Arnawa, mengatakan sudah ada 11 tempat wisata di Karangasem yang mendapatkan sertifikasi penerapan protokol kesehatan sampai 27 Agustus 2020.
Baca juga: Bukit Asah Karangasem, Lihat Indahnya Laut Bali dari Ketinggian
Tempat wisata yang telah lolos sertifikasi diizinkan untuk beroperasi kembali. Selain dilihat penerapan protokol kesehatan, tempat wisata juga sudah memiliki peralatan dan fasilitas penunjang.
“DTW yang sudah dapat sertifikasi (penerapan protokol kesehataan), yakni Tirtagangga, Puri Agung, Taman Soekasada, Taman Harmoni Bukit Asah, Samsara Living Moseum, Maseum Lontar, Lempuyang, Tenganan, Saptanga Timrah, Taman Edelweis, dan Besakih,” kata Putu Arnawa, Kamis (10/9/2020), seperti dikutip dari Tribun Bali.
Untuk mengetahui lebih lanjut, berikut daftar 11 tempat wisata di Karangasem yang bisa dikunjungi yang telah Kompas.com rangkum, Sabtu (12/9/2020).
1. Taman Tirta Gangga
Tempat wisata ini terletak di Desa Ababi, Kecamatan Abang. Tempat wisata yang berdiri di atas lahan seluas 1,2 hektar tersebut menawarkan pemandangan yang indah.
Hal ini karena Taman Tirta Gangga memiliki banyak patung yang tersebar hampir di setiap sudut tempat wisata. Selain itu, di sana terdapat sebuah kolam dengan pijakan kaki yang bisa disusuri wisatawan.

Obyek Wisata Tirta Gangga di Karangasem, Bali.KOMPAS.COM/NI LUH MADE PERTIWI F Obyek Wisata Tirta Gangga di Karangasem, Bali.

Di kolam tersebut terdapat sebuah air mancur yang bisa dikunjungi untuk berfoto-foto. Ada juga ikan-ikan yang berenang di sana.
Taman Tirta Gangga juga memiliki sebuah menara bernama Menara Air Nawa Sanga yang berukuran besar yang bisa dikatakan sebagai ikon tempat wisata tersebut.
2. Puri Agung Karangasem
Puri Agung Karangasem sudah ada sejak abad ke-19 karena dibangung oleh Raja Karangasem I, Anak Agung Gede Jelantik.
Satu hal yang menarik dari tempat wisata tersebut adalah gaya arsitekturnya yang mengkombinasikan gaya bangunan khas Bali, China, dan Eropa.
Baca juga: Tirta Gangga, Meniti Batu-batu di Atas Kolam
Sembari mengelilingi bangunan tua yang masih berdiri megah hingga kini, kamu juga bisa mempelajari sejarah puri tersebut yang pernah dijadikan sebagai istana pada saat itu.

Tempat wisata Puri Agung Karangasem di Bali.http://v2.karangasemkab.go.id/ Tempat wisata Puri Agung Karangasem di Bali.

Puri Agung Karangasem dibagi menjadi tiga area. Setiap area memiliki fungsi masing-masing. Salah satunya adalah area pertama yang disebut “bencingah”.
Dahulu, area pertama yang terletak di bagian depan dijadikan sebagai tempat untuk mengadakan pertunjukan kesenian tradisional.
Jika ingin berkunjung, Puri Agung Karangasem terletak di Jalan Sultan Agung, Kecamatan Karangasem.
3. Taman Soekasada Ujung
Pada 1963, Taman Soekasada Ujung terkena imbas letusan Gunung Agung dan sempat terbengkalai hingga 2003.
Kini, tempat wisata yang sudah ada sejak 1909 merupakan taman rekreasi yang kerap dikunjungi oleh wisatawan lokal hingga mancanegara.

Taman Ujung di Karangasem, Bali.KOMPAS.COM/NI LUH MADE PERTIWI F Taman Ujung di Karangasem, Bali.

Saat berkunjung ke sana, kamu bisa foto-foto di taman air yang terletak dekat dengan sebuah bangunan besar bergaya Eropa-Bali.
Selain itu, pengunjung juga bisa bermain rekreasi air, melihat sejarah Kerajaan Karangasem, atau sekadar bersantai di pendopo. Kamu juga bisa foto-foto di beberapa bangunan unik di sana.
Taman Soekasada Ujung terletak di Desa Tumbu, Kecamatan Karangasem.
 

Pesona Bukit Asah di Desa Bugbug, Kabupaten Karangasem, Bali.ARSIP BALITERKINI.COM Pesona Bukit Asah di Desa Bugbug, Kabupaten Karangasem, Bali.

4. Taman Harmoni Bukit Asah
Taman Harmoni Bukit Asah terletak di Desa Bug Bug. Untuk menuju ke sana, kamu bisa trekking melintasi pepohonan rindang sambil menikmati segarnya udara atau menggunakan motor/mobil.
Sesampainya di puncak, wisatawan akan disuguhi pemandangan indah yang hanya bisa dilihat dari bukit yang terletak di balik Pantai Prasi.
Mulai dari hamparan laut lepas hingga tebing yang menjulang tinggi bisa kamu lihat sambil duduk santai di sana.
Jika ingin menikmati pemandangan matahari terbit atau terbenam, kamu bisa kemah di area yang sudah ditentukan. Apabila tidak membawa tenda, Taman Harmoni Bukit Asah menawarkan penyewaan tenda.
Selain berkemah dan menikmati pemandangan sambil duduk santai, wisatawan juga bisa paragliding atau diving jika ingin melakukan sesuatu yang menantang.
5. Samsara Living Museum
Samsara Living Museum terletak di Desa Jungutan, Kecamatan Bebandem. Berbeda dengan museum pada umumnya, tempat wisata ini merupakan “museum hidup”.
Hal ini karena apa yang akan didapatkan wisatawan saat berkunjung ke sana adalah penjelasan interaktif yang menarik seputar upacara agama, alat upakara, dan tanaman yang digunakan untuk upacara.

Kegiatan adat yang bisa dilihat di Samsara Living Museum, Bali.https://samsarabali.com/ Kegiatan adat yang bisa dilihat di Samsara Living Museum, Bali.

Selain itu, wisatawan juga bisa melihat aktivitas seperti menyanyi, melukis, dan membuat arak. Ada juga pertunjukan genjek yang juga bisa diikuti oleh pengunjung.
6. Museum Lontar
Museum Lontar terletak di Desa Adat Dukuh Penaban, Kecamatan Karangasem. Jika ingin melihat catatan yang usianya sudah ratusan tahun, kamu bisa berkunjung ke sana.
Hal ini karena museum tersebut menyimpan banyak sekali catatan kuno yang dulu ditulis di atas daun lontar kering.
Baca juga: Taman Ujung, Lokasi Favorit Foto Prewedding
Adapun beberapa catatan tersebut membicarakan banyak hal termasuk kematian dan mengurus tanaman. Ada juga catatan tentang ritual dan keseharian.
Pada Agustus 2020, sebanyak 108 koleksi sudah didigatilisasi guna menyelamatkan transkrip dan naskah lontar, dan untuk mengantisipasi kehilangan. Hal tersebut juga akan memudahkan wisatawan untuk mengaksesnya.
 

Turis berfoto dengan latar Gunung Agung dilihat dari Pura Lempuyang Luhur, Karangasem, Bali.KOMPAS.com / Silvita Agmasari Turis berfoto dengan latar Gunung Agung dilihat dari Pura Lempuyang Luhur, Karangasem, Bali.

7. Pura Lempuyang
Pura Lempuyang terletak di puncak Gnung Lempuyang, atau puncak Bukit Bisbis. Untuk menuju ke sana, kamu harus melewati 1.700 anak tangga.
Pura yang berada di ketinggian 1.100 mdpl ini menawarkan udara yang sejuk dan pemandangan yang indah. Bahkan jika cuaca sedang cerah, wisatawan bisa melihat Gunung Agung.
Pura Lempuyang masih digunakan sebagai tempat ibadah umat Hindu. Jika ingin berkunjung ke sana, ada baiknya pengunjung menjaga sopan santun dan menaati aturan.
Salah satu aturan yang ada di sana adalah wanita dalam kondisi haid tidak diizinkan memasuki pura. Ada juga aturan untuk tidak mengangkat kaki terlalu tinggi saat berfoto karena dianggap tidak sopan.
8. Desa Tenganan Pegeringsingan
Terletak di Kecamatan Manggis, Desa Tenganan Pegeringsingan merupakan desa Bali Mula yang masih mempertahankan rumah dan adat yang sudah ada sejak dulu kala.
Ketaatan tersebut didasari pada aturan adat yang sangat kuat yang disebut dengan awig-awig. Aturan tersebut sudah ada sejak abad ke-11, dan diperbarui pada 1842.

Warga membuat tenun geringsing di Desa Adat Tenganan, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem, Bali, Sabtu (3/2/2018).  Produksi tenun kain geringsing buatan tangan menjadi andalan desa ini.KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO Warga membuat tenun geringsing di Desa Adat Tenganan, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem, Bali, Sabtu (3/2/2018). Produksi tenun kain geringsing buatan tangan menjadi andalan desa ini.

Di sana, wisatawan bisa lihat rumah adat terlihat indah serta lingkungan yang sangat terjaga. Pengunjung juga bisa belajar soal sejarah, budaya, dan adat warga setempat.
Saat berkunjung ke sana, jangan lupa untuk membeli kain geringsing sebagai oleh-oleh. Kain ini hanya diproduksi di Desa Tenganan mengunakan tangan.
9. Sapta Gangga Timbrah
Sapta Gangga terletak di Desa Adat Timbrah, Kecamatan Karangasem. Tempat wisata ini kerap dikunjungi oleh wisatawan yang tertarik akan wisata religi.
Baca juga: Dari Media Manuskrip Daun Lontar Berubah Jadi Cendera Mata
Di sana terdapat tujuh mata air yang bisa digunakan untuk melakukan pembersihan diri secara spiritual atau melukat.
 

Taman Edelweis Bali di Karangasem. Dok. Taman Edelweis Bali Taman Edelweis Bali di Karangasem.

10. Taman Edelweis Besakih
Taman Edelweis Besakih terletak di Desa Besakih, Kecamatan Rendang. Tepatnya di lereng Gunung Agung.
Tempat wisata tersebut memiliki hamparan bunga kasna yang indah. Melihatnya sambil menikmati udara yang sejuk mungkin akan memberi kesan tersendiri.
Bunga tersebut kerap dijadikan sebagai spot foto oleh wisatawan. Ada juga spot foto lain yang menarik seperti pondok-pondok kecil dekat tulisan “Taman Edelweis”, atau jalur kecil yang dihiasi deretan gapura putih.
Wisatawan juga bisa berfoto di jalan setapak dekat jembatan menuju gardu pandang yang dikelilingi oleh tumbuhan dan bunga kasna yang indah. Jika ingin lebih terlihat kekinian, kamu bisa foto di kincir angin atau ayunan.
11. Kawasan Suci Pura Agung Besakih
Pura Agung Besakih terletak di lereng Gunung Agung. Tepatnya di Desa Besakih, Kecamatan Rendang. Komplek pura megah tersebut terdiri dari Pura Penataran Agung Besakih dan 18 pura pendamping yang mengelilinginya.
Pada 1963, komplek pura sempat hancur karena erupsi Gunung Agung. Namun kini pura sudah direnovasi total dan tidak pernah terdampak erupsi kembali.

Pura Besakih, sebuah komplek pura yang terletak di Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Bali yang menjadi pusat seluruh kegiatan pura di Bali.KOMPAS.com/SHERLY PUSPITA Pura Besakih, sebuah komplek pura yang terletak di Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Bali yang menjadi pusat seluruh kegiatan pura di Bali.

Saat berkunjung ke sana, kamu akan disuguhi pemandangan pura-pura tinggi yang berdiri kokoh dan berlatar belakang panorama alam yang indah.
Selain melihat bangunan bersejarah, kamu juga bisa menambah wawasan budaya sembari menyegarkan suasana hati.
Bagi wisatawan yang ingin berlibur ke Pura Agung Besakih, mereka harus menggunakan sarung khas Bali yang bisa disewa di beberapa tempat di sekitar pura. Wanita yang sedang haid dilarang memasuki area pura.
Pada masa pandemi seperti saat ini, pastikan saat berkunjung tetap melakukan protokol kesehatan pencegahan Covid-19, yaitu dengan mengenakan masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, serta tidak bepergian jika demam atau suhu tubuh di atas 37,3 derajat Celsius.

Dapatkan informasi dan insight pilihan redaksi Kompas.com
Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.
Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.
Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *