5 Cara Cegah Hacker Saat Work From Home

/
/
/
3 Views
Work from Home

Sejak wabah corona atau Covid-19 merebak di Indonesia, pemerintah akhirnya menerapkan kebijakan belajar di rumah bagi siswa dari PAUD hingga SMA dan work from home untuk pekerja.

Institusi pendidikan menerapkan konsep belajar dari rumah melalui online. Begitu pula dengan perusahaan memberlakukan work from home secara online.

Perangkat untuk belajar dari rumah dan work from home (WFH) pun bertebaran. Sejumlah pelajar memanfaatkan start-up untuk belajar seperti ruang guru dan lainnya. Sementara pekerja atau karyawan melakukan kerja di rumah untuk pekerjaan yang memungkinkan.

Selain itu, mereka juga menggelar rapat melalui online. Perangkatnya juga sudah tersedia, sperti Zoom, Skype dan lainnya.

Namun ada satu hal yang dikhawatirkan dengan konsep belajar atau bekerja jarak jauh itu melalui internet, tingkat keamanan. Segala sesuatu yang berkaitan dengan internet rawan mengalami peretasan.

Untuk mencegah peristiwa itu terjadi, ada 5 tips mencegah hacker atau peretas meretas teknologi kita selama work from home. Tips ini dikutip dari Liputan6.com.

1. Otorisasi dari IT Sendiri

Koneksi internet yang dipakai karyawan harus mendapat otorisasi dari tim IT perusahaan. Hal itu selain mencegah pembobolan informasi penting perusahaan, juga mencegah staf atau karyawan mengakses rahasia perusahaan.

Karyawan harus menggunakan perangkat tekonologi yang sudah mendapat otorisasi dari perusahaan, sehingga ketika digunakan akan terjamin keamanannya.

2. Disiplin karyawan

Disiplin karyawan sangat penting ditingkatkan ketika mereka hendak bekerja dari rumah (work from home). Mereka harus disiplin dalam menerapkan kebijakan keamana saiber yang sudah ditetapkan perusahaan.

Tentu saja, sebelumnya karyawan harus mendapat edukasi mengenai keamanan saiber itu sendiri. Edukasi bisa dilakukan secara langsung sebelum kebijakan work from home itu diterapkan.

3. Pelatihan

Memberikan pelatihan tentang keamanan saiber kepada karyawan pun penting. Ini sebenarnya berlaku juga ketika bekerja di kantor.

Perusahaan memberi pelatihan kepada karyawan dan menjalankan tes terkait pengetahuan dan kemampuannya dalam keamana saiber. Materi pelatihan termasuk bagaimana bekerja di rumah dengan dan menghindari jebakan-jebakan yang berpotensi memuluskan peretas menembus jaringan konektivitas.

4. Aplikasi firewall

Tim IT perusahaan menginstalkan aplikasi antivirus yang terbaik ke perangkat laptop atau tablet milik karyawan. Hal itu untuk menjamin keamanan jika karyawan memgbuka akses data-data sensitif milik perusahaan.

5. Cloud

Karyawan hanya boleh menggunakan layanan-layanan dan aplikasi-aplikasi berbasis di cloud yang sudah mendapatkan persetujuan dari atasan atau manajemen yang punya otoritas dan diakses melalui jaringan perusahaan.

Sumber: Liputan6

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This div height required for enabling the sticky sidebar
English Indonesian
Ad Clicks :Ad Views :