5 Tips Kuliner Hemat dan Murah di Pangandaran

  • Whatsapp
kuliner pangandaran

Selain pantainya yang indah, Pangandaran di Jawa Barat juga dikenal dengan kulinernya yang enak, terutama makanan laut atau seafood. Banyak restoran, baik kecil maupun besar, yang menawarkan kuliner khas laut.

Namun demikian, untuk bisa menyantap seafood di Pangandaran, kamu harus siap-siap membawa uang yang cukup banyak. Sebab, sebagaimana di objek wisata lainnya, di Pangandaran, harga kuliner laut cukup menguras dompet.

Selain menguras dompet, makanannya, terutama ikan, dimasak dalam keadaan sudah tidak segar lagi. Ikan yang dimasak berasal dari tempat penyimpanan es. Memang tidak masalah sih untuk kesehatan, tetapi dari segi rasa, ada perbedaan cukup signifikan antara ikan segar dengan yang sudah disimpan di tempat es.

Kami akan memberikan lima tips bisa makan masakan ikan segar, murah dan hemat di Pangandaran. Berikut penjelasannya.

1. Bawa nasi dari rumah

Tips pertama biar hemat kuliner di Pangandaran adalah membawa nasi dari rumah. Nasi bisa disimpan di magic com. Kalau kamu menginap di rumah sewa, alat menanak nasi dengan listrik itu sangat berguna.

Membawa nasi dari rumah itu penting agar kita bisa menikmati kuliner di pinggir pantai berlama-lama. Tidak di restoran yang posisinya agak jauh dari pantai.

Kamu juga harus membawa peralatan makan dari rumah, seperti piring, sendok dan sebagainya. Peralatan makanannya dari bahan plastik atau stereofoam yang sekali buang. Tapi ingat jangan buang sampah sembarangan ya.

Tentu saja kamu juga bisa bawa air minum satu galon dan disimpan di bagasi mobil sehingga kamu tidak usah membeli air.

2. Beli ikan langsung dari nelayan

Tips selanjutnya adalah membeli ikan dari nelayan. Selain harganya relatif murah, ikan dari nelayan masih segar karena baru ditangkap. Ikan segar itu rasanya sangat enak setelah dimasak.

Untuk mendapatkan ikan dari nelayan, kamu bisa mengunjungi Pantai Timur. Tapi memang kamu harus bersabar menunggu nelayan mendapat ikan dari menjaring yang dilakukan secara bersama-sama. Kalau bahasa di sana disebut ngadudut alias menarik (jaring).

Sambil menunggu nelayan mendapat ikan, kamu bisa menikmati dulu indahnya pantai timur. Apalagi kalau di waktu pagi, kamu bisa menikmati sunrise alias matahari terbit sambil menyaksikan para nelayan menarik jaring dari pantai.

Jika para nelayan sudah mendapatkan ikan, kamu langsung menemui mereka untuk membeli ikan. Ada ikan cumi, udang, sarden dan lainnya. Kamu bisa menawar harga.

Update harga Desember 2019, harga udang dari nelayan Rp 80.000 per kilogram. Sementara ikan sarden Rp 25.000 per kilogram dan cumi Rp 60.000 per kilogram.

3. Cari restoran untuk memasak

Jika sudah membeli ikan dari nelayan, kamu langsung mencari restoran yang menjual jasa memasak ikan. Nah ini tipis yang penting. Pertama kamu tanya dulu ke nelayan restoran mana saja yang menjual jasa memasak ikan. Nanti mereka akan tunjukkan.

Kedua kamu bisa tanya ke tukang parkir di sekitar restoran. Biasanya mereka punya “pegangan” restoran yang biasa menawarkan jasa memasak ikan. Beri saja tukang parkir itu tips selayaknya.

Yang perlu diperhatikan adalah kamu jangan mendatangi restoran besar. Biasanya mereka tidak menjual jasa memasak ikan. Memang berdasarkan pengalaman redaksi, pernah bertanya kepada karyawan restoran besar apakah bisa memasakkan ikan. Karyawan itu bilang bisa dan mengarahkan ke tukang masak. Tapi kenyataannya juru masak itu menolaknya dengan halus. Jadi rada malu sih.

So, kami sarankan kamu mencari restoran kecil saja untuk meminta memasak ikan yang dibeli dari nelayan. Para juru masak biasanya mau karena uang jasanya masuk kantong pribadi.

Ada pun harga jasa memasak ikan dipatok rata yakni Rp 35.000 per satu jenis ikan. Mau dimasak saos tiram, digoreng atau pun apalah, harganya tetap begitu.

4. Jangan dimakan di restoran

Ketika ikan-ikan kita dimasak, juru masak biasanya menanyakan apakah akan dimakan di restoran atau dibungkus. Kamu bilang saja dibungkus. Kenapa? Ini rahasianya, walah-walah kok pakai rahasia, hehe.

Jadi begini, kalau kamu makan ikan-ikan itu di restoran berarti kamu sedang tidak menghemat. Sebab, ketika makan di restoran, meski itu ikan-ikan kamu, tetapi tetap biaya yang dikeluarkan akan besar. Kamu tentu saja harus memesan nasi, minum dan lain sebagainya.

Kan di awal kami sudah menyarankan membawa nasi sendiri dari rumah. Jika makan di restoran dengan pakai nasi sendiri kan nggak enak ke pemilik restoran. Jadi, ya kalau makan di sana, mau tidak mau harus membeli nasi dan minuman. Harganya tidak kita ketahui, karena ketika ditanyakan ke pramusaji, ia biasanya tidak menjawab. Ia hanya meminta tanyakan saja nanti ke kasir. Alamat akan bayar cukup mahal, hehe.

Jadi, lebih baik ikan-ikan yang sudah dimasak itu dibungkus saja untuk dimakan di luar dengan nasi yang sudah kita bawa tadi. Bayar saja uang jasa memasak, lalu kamu ucapkan terima kasih dan langsung pergi.

5. Makan di pinggir pantai

Di Pangandaran dekat pintu keluar terdapat tempat-tempat nongkrong yang tak jauh dari pantai. Di sana berdiri banyak gazebo dan kita bisa memakainya dengan gratis. Jadi ikan yang sudah dimasak di restoran itu kamu bawa ke sana dan disantap di gazebo itu bareng dengan keluarga atau bersama orang-orang yang dicintai.

Sambil menyantap seafood, kamu bisa menikmati indahnya pantai Pangandaran dengan deburan ombak yang cukup besar. Lokasi itu memang ombaknya cukup tinggi dan ada rip current sehingga sangat dilarang untuk berenang. Karena pantai itu tidak bisa dipakai berenang, maka lokasi itu cukup sepi sehingga kamu bisa menyantap makanan dengan santai. Kamu bisa benar-benar menikmati kuliner murah di Pangandaran dengan tenang dan bahagia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *