Aksi Sosial Dedi Mulyadi, Bantu Kaum Papa hingga Bela Ibu yang Dipenjarakan Anak

Di sela kesibukannya sebagai anggota DPR yang juga wakil ketua Komisi IV bidang pertanian, perikanan dan lingkungan, Dedi Mulyadi juga menjadi seorang YouTuber. Namun konten YouTube yang dia jalan berbeda dari khalayak umum.

Dedi Mulyadi kerap membantu mereka yang membutuhkan, mulai dari pedagang keliling yang jualannya tak laku, ibu-ibu tua yang miskin, hingga orangtua yang digugat anaknya. Dedi membantu tanpa pamrih, dan kegiatannya selalu menjadi konten di YouTube.

Bagi Dedi, menjalankan misi sosial dengan diunggah di YouTube bukan untuk pamer atau memanfaatkan orang-orang yang tak berdaya, tetapi ini semata-mata sebagai pembelajaran kepada masyarakat agar selalu membantu mereka yang membutuhkan.

Dedi memang menghasilkan uang dari konten YouTube. Tapi hasilnya bukan untuk diri sendiri, melainkan dibagikan kembali kepada mereka yang membutuhkan. Sebagian untuk biaya produksi, termasuk memberi gaji kepada timnya yang membantu proses produksi pembuatan konten YouTube. Lalu berapa uang yang dihasilkan dari YouTube? Dedi menjawab cukup untuk membeli satu mobil baru setiap bulan.

“Ya, hasil dari YouTube lumayan lah cukup untuk membeli mobil setiap bulan,” kata Dedi lantas tertawa.

Bagi Dedi, gaji dirinya sebagai anggota DPR dan sebagian dari usahanya di bidang peternakan sudah lebih dari cukup untuk membiayai kebutuhan diri dan keluarga. Sementara dari YouTube untuk aksi sosial.

Sejumlah aksi sosial Dedi Mulyadi yang diunggah di kanal YouTube miliknya, Kang Dedi Mulyadi sering menjadi trending. Bahkan setiap konten yang dia unggah menarik ribuan like dan komentar, serta ribuan kali diberi komentar.

Marahi sekaligus bantu pengemis

Beberapa aksi fenomenal Dedi yang diunggah di kanal YouTube miliknya adalah ketika dia memarahi keluarga pengemis di Purwakarta. Dedi marah bukan hanya karena beberapa orang yang masih muda dan kuat bekerja memanfaatkan orangtuanya untuk mengemis, tetapi juga marah karena mereka yang masih mudah itu ternyata pemalas.

Dedi pernah memergoki salah satu anggota keluarga pengemis itu yang masih muda bangun pukul 08.00 pagi. Padahal dia terbilang muda dan seharusnya bekerja membantu ayahnya yang mengalami cacat bawaan sehingga tidak bisa berjalan. Pemuda itu malah membiarkan ayahnya menjadi pengemis.

Selain itu, kemarahan Dedi mencuat karena mereka sebelumnya sudah dibantu, mulai dari diberi uang untuk modal hingga ditawari pekerjaan. Namun mereka tidak menjalankan tawaran itu malah kembali mengemis. Akhirnya Dedi pun meminta Satpol PP Purwakarta untuk mengangkut mereka agar dibina.

Kendati demikian, diam-diam Dedi membantu mereka kembali. Dedi kembali mendatangi rumah mereka dan menawari keluarga pengemis itu pekerjaan dan modal untuk usaha. Akhirnya mereka bersedia dan menjalankan tawaran itu.

Bantu anak telantar

Dedi juga kerap membantu anak-anak jalanan hingga telantar. Dua di antaranya yang cukup fenomenal adalah membantu seorang pemulung yang kepergok sedang mengaji di trotoar di kawasan Kota Bandung. Anak tersebut bernama Gifari Akbar, warga Garut.

Dedi membantu Gifari dan orangtuanya agar bisa mandiri. Namun kemudian, Gifari juga dibantu oleh orang lain sehingga dia mendapat bantuan cukup banyak.

Selanjutnya Dedi juga membantu seorang anak yang tinggal sendirian di sebuah gubuk di tengah semak-semak. Namanya Caswara. Meski tinggal di gubuk, Caswara terbilang anak yang cerdas. Hal itulah yang membuat Dedi makin tertarik untuk menjadikan Caswara sebagai anak angkat.

Bocah itu kemudian dibawa dan dimasukkan ke pesantren khusus anak-anak telantar yang dikelola anak sulung Dedi Mulyadi. Kini Caswara bisa bergembira mendapat tempat dan pendidikan yang layak.

Banyak aksi sosial lainnya yang dilakukan Dedi Mulyadi untuk anak-anak jalanan dan telantar. Ia juga sempat membantu sejumlah anak yang mengamen di jalanan Cikampek agar mereka kembali ke sekolah. Mereka dibelikan seragam dan keperluan sekolah lainnya. Semenara orangtua mereka diberi modal untuk usaha.

Bela ibu yang dipenjara anaknya

Dedi juga memiliki perhatian khusus kepada para orangtua, baik yang tidak mampu maupun yang mengalami masalah keluarga. Terbaru, Dedi ikut membantu seorang ibu yang dipenjarakan anaknya hanya karena masalah sepele di Demak.

Cerita berawal ketika seorang ibu berinisial S (36) dilaporkan ke polisi oleh anaknya yang perempuan berinisial A (19). Sang ibu dituding melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dengan melemparkan pakaian anaknya ke luar rumah.

Kasus itu bergulir hingga ke Pengaduilan Negeri Demak. Akibatnya ibu S dipenjara.

Dedi Mulyadi yang mengetahui kasus itu segera pergi ke Demak. Bahkan Dedi pergi ke daerah Jawa Tengah itu pada malam hari hingga sampai ke Demak dinihari.

“Saya pergi ke Demak sekarang juga. Kemungkinan sampai di sana dini hari,” kata Dedi via telepon ketika itu.

Setibanya di Demak, Dedi langsung menemui ibu S dan menawarkan bantuan pengacara. Dedi juga berusaha untuk membujuk A agar mencabut laporannya.

Setelah melalui proses negosiasi, dalam waktu relatif singkat, sang anak akhirnya mencabut laporannya. Ibu S akhirnya bebas dari jeratan hukum dan berdamai dengan putrinya, A. Bahkan kini S yang sudah hampir setengah tahun tak pernah bertemu ibunya kini akan sering berkunjung ke rumah perempuan yang melahirkannya itu di Demak. Sementara A sendiri tinggal di Jakarta dan kuliah di sana.

Bantu ibu digugat anak karena Fortuner

Selanjutnya Dedi juga ikut membela seorang ibu di Kota Semarang, Dewi Firdauz (52) yang digugat anaknya, Alfian Prabowo (25) karena masalah mobil Fortuner. Sang anak menyebut ibunya menyewa mobil Fortuner sehingga harus membayar.

Namun Dewi menyatakan bahwa mobil Fortuner tersebut ia beli dari hasil keringat sendiri. Namun ia menggunakan nama anaknya, Alfian di BPKB karena saat itu ia baru menjual mobil lain dan proses balik nama belum beres.

Dedi kemudian menyewa pengacara yang sebelumnya sukses mendamaikan ibu dan anak di Demak. Pengacara itu berasal dari LBH Demak.

Singkat cerita, sang anak akhirnya mencabut gugatan itu. Pihak pengadilan pun membebaskan Dewi.

Dedi Mulyadi mengaku ia memiliki perhatian penuh pada kasus-kasus orangtua yang digugat anaknya. Sebab, ia teringat akan orangtuanya, terutama almarhumah ibunya yang sudah membesarkan Dedi dengan penuh cinta dan kasih sayang. Bagi Dedi, ibu adalah segalanya dalam hidup.

Dedi mengaku setiap hendak menyelesaikan masalah, dia sebelumnya selalu mengunjungi makam sang ibu pada malam hari. Dia ke sana untuk sekadar curhat. Sebab, bagi dia, meski sudah meninggal, namun sang ibu bisa mendengar cuhat anaknya.

Aksi Dedi tersebut menarik perhatian banyak orang. Bahkan, salah seorang pengsuaha karesori truk di Banyuwangi, Santoso, mengabadikan gambar Dedi Mulyadi di belakang truk. Hal itu karena ia kagum terhadap aksi kemanusiaan Dedi Mulyadi.

“Beliau mengerjakan proyek surga. Saya ingin seperti beliau,” kata Santoso via sambungan telepon.

Sebenarnya banyak aksi-aksi kemanusiaan Dedi Mulyadi. Bahkan setiap hari Dedi selalu membantu siapa pun yang membutuhkan. Aksi tersebut bukanlah gimmick dibuat-buat, namun murni karena kemanusiaan. Sebab, Dedi sudah melakukan aksi itu sejak dirinya menjaba sebagai anggota DPR.

Selain itu, aksi kemanusiaan Dedi merupakan salah satu bukti pendidikan orangtuanya dulu yang selalu membuka pintu untuk siapa pun yang membutuhkan. Padahal keluarga Dedi sendiri waktu itu memang termasuk keluarga serba berkekurangan.

 

 

You May Also Like

About the Author: Farid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *