Android Jelly Bean Vs Ice Cream Sandwich

Dua Android terbaru ini pada dasarnya sama-sama bagus: memiliki kinerja operasional yang bagus dengan user intrface sama-sama menarik juga. Namun di balik itu, ada beberapa perbedaan dari kedua operating system (OS) lansiran Google ini.

Perbedaan Jelly Bean dan Ice Cream Sandwich atau ICS ini tidak terlalu mencolok. Pun ketika dinyatakan bahwa Jelly Bean “lebih maju” dibanding dengan ICS, hal itu dimaklumi. Karena memang Jelly Bean merupakan update Android paling mutakhir dari ICS. Setidaknya ada beberapa perbaikan dan inovasi di Jelly Bean.

Artikel ini membandingkan Jelly Bean dan ICS yang berjalan di smartphone berbeda. Android ICS yang dipreteli adalah yang berjalan di Samsung Galaxy Nexus. Sedangkan Jelly Bean di perangkat lain yang kompatibel. Artikel ini dikutip langsung dari situs teknologi mancanegara Android Authority.

Ada dua kategori pembanding antara Android Jelly Bean dengan ICS, antara lain kecepatan, nilai seni.

1. Kecepatan (Speed)

a. User Interface

Secara kasat mata user interface (UI) Jelly Bean dan ICS adalah sama. Perbedaannya adalah UI Jelly Bean lebih lembut dan secara keseluruhan kinerja loadingnya lebih cepat dibanding ICS.

Sebenarnya, perbedaan UI kedua Android itu tak terlihat. Gambar latar belakang keduanya sama: ikon dan penempatan aplikasi juga sama, serta bar Google Search keduanya juga identik. Namun Jelly Bean berjalan lebih lembut dan lebih responsif. Pergantian elemen-elemen UI, loading aplikasi, halaman web atau hasil pencarian di Jelly Bean lebih bagus dibanding di ICS.

Kenapa hal itu bisa terjadi? Hal itu berkat “Proyek Mantega” (Project Butter) Jelly Bean. Mungkin mantega identik kelembutan, makanya proyek pelembutan Android disebut proyek mantega.

Dengan proyek mantega ini, grafis di Jelly Bean yang berjalan berada pada tingkat 60fps dan pembaharuan layar 60Hz. Selain itu untuk menunjang kecepatan, Jelly Bean juga didukung oleh teknologi kecepatan buffering tiga kali lipat. Makanya, Android ini mampu memprediksi apa yang akan dilakukan selanjutnya dengan mengacu pada posisi jari pengguna di layar sentuh.

b. Uji coba dengan Java SunSpider 0.9.1
Android Jelly Bean dan ICS diujicoba dengan menggunakan Java SunSpider saat merekam video. Hasilnya, Jelly Bean mendapat nilai 1692ms, sedangkan ICS meraih skor 1880ms. Nilai lebih rendah adalah lebih baik dibanding yang tertinggi.

c. Uji Coba dengan tes Quadran

kriteria penilaiannya berbeda dengan SunSpider. Tolak ukur Tes Quadran adalah CPU, 3D, dan kinerja memori. Tes Quadran di artikel ini adalah menguji Jelly Bean dan ICS yang berjalan di Galaxy Nexus. Hasilnya, Jelly Bean mendapatkan nilai 2295 dan ICS 1932. Dalam hal ini, nilai tertinggi malah lebih bagus daripada terrendah. Berbeda dengan tes SunSpider yang menggunakan logika terbalik: terendah lebih baik daripada tertinggi.

2. Tampilan

Google merenovasi Android Jelly Bean dengan kualitas gambar lebih tajam, jelas dan mendetail dibanding pendahulunya, ICS. Ketika Anda menggunakan Jelly Bean dipastikan Anda enggan kembali ke ICS. Kenaapa? berikut penjelasannya.

a. Kontak

Salah satu fungsi utama dari sebuah telepon adalah untuk menelepon dan mengirim pesan teks. Di Jelly Bean ada sedikit improvisasi di aplikasi People yang berkaitan dengan kontak. Pengguna bisa menambah detail nomor kontak dengan gambar berkualitas tinggi. Misalnya, menarik gambar atau foto dari profile Google+.

b. Pesan

Tampilan aplikasi menulis pesan baru baik di Jelly Bean maupun ICS pada prinsipnya sama. Namun di Jelly Bean, Google menambahkan beberapa inovasi pada text input, termasuk dictionary dan predictive text.

Dan yang paling menarik adalah adanya perbaikan pada fitur menulis pesan dengan suara.

7 pemikiran pada “Android Jelly Bean Vs Ice Cream Sandwich”

  1. oh y saya mau nanya..?
    pa ics klo update apa harus menjdi jelly bean..?
    dan
    versi ke berapa terbaru nya tuk ics dan jelly bean?

    tuk saat ini,trimakasih..?

    Balas

Tinggalkan komentar