Apa Itu Inflasi, Penyebab dan Dampaknya bagi Ekonomi

  • Whatsapp
Arti inflasi
Ilustrasi inflasi

Apa itu inflasi dan penyebabnya? Pertanyaan ini sering dilontarkan sebagian orang ketika menyimak pemberitaan stabilitas perekonomian.

Inflasi secara umum adalah suatu keadaan ketika terjadi kenaikan harga-harga barang dan jasa. Sementara menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), istilah itu merujuk pada kemerosotan nilai uang kertas karena banyak dan beredarnya uang tersebut sehingga menyebabkan barang-barang naik.

Bank Indonesia dalam laman resminya menyebutkan tentang pengertian istilah itu, yaitu sebagai kenaikan harga barang dan jasa secara umum dan terus menerus dalam jangka waktu tertentu.

Lawan atau kebalikannya adalah deflasi, artinya penurunan barang umum dan terus menerus.

Penyebab inflasi

Ada enam faktor yang menjadi penyebabnya menurut Kementerian Keuangan.

1. Permintaan yang tinggi terhadap suatu barang atau jasa sehingga membuat barang atau jasa tersebut mengalami kenaikan.

2. Peningkatan biaya produksi.

3. Bertambahnya uang yang beredar di masyarakat, dan ketidakseimbangan antara permintaan dan penawaran.

4. Ketidakseimbangan antara permintaan dan penawaran.

5. Perilaku masyarakat yang seringkali memprediksi atau biasa biasanya disebut inflasi ekspektasi.

6. Kekacauan ekonomi dan politik, seperti yang terjadi di Indonsia pada 1998.

Dampak inflasi

Setelah mengetahui arti dan penyebab inflasi, maka hal penting lainnya yang perlu diketahui adalah dampak inflasi.

1. Pendapatan riil masyarakat anjlok sehingga standar hidup pun turun.

2. Akibat selanjutnya adalah bertambahnya masyarakat miskin.

3. Munculnya ketidakpastian bagi pelaku ekonomi dalam mengambil keputusan.

4. Masyarakat sulit mengambil keputusan dalam melakukan konsumsi, investasi, dan produksi

5. Penurunan pertumbuhan ekonomi negara.

6. Tingkat bunga domestik riil menjadi tidak kompetitif sehingga dapat memberikan tekanan pada nilai rupiah.

Cara penghitungan

Penghitungan inflasi biasa dilakukan oleh Badan Pusat Statisik (BPS) dengan menggunakan indeks harga konsumen (IHK) atau indeks pengeluaran.

Komponen IHK adalah pengeluaran bahan makanan, dan makanan jadi ditambah minuman serta tembakau.

Komponen selanjutnya dari IHK adalah pengeluaran perumahan, sandang, kesehatan, pendidikan, olahraga dan transportasi serta komunikasi.

Badan Pusat Statistik menghitung nilai inflasi dengan komponen-komponen yang berdasarkan Survei Biaya Hidup (SBH) yang rutin dilakukan mulai per daerah hingga nasional.

Kesimpulan

Demikianlah arti, penyebab dan dampak inflasi untuk kehidupan perekonomian masyarakat. Penyebab keadaan tersebut tidak hanya diukur satu variabel, melainkan banyak variabel.

Dengan demikian, kenaikan harga dari satu atau dua barang saja tidak bisa disebut inflasi. Kecuali jika kondisi itu menyebabkan kenaikannya meluas dan mengakibatkan kenaikan harga pada barang lainnya. (Sumber: Kompas.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *