Apa Itu Jaringan 5G dan Bagaimana Cara Kerjanya?

Jaringan 5G ini sudah tersedia di sebagian besar belahan dunia, belum termasuk Indonesia. Jaringan ini menjanjikan kecepatan data lebih kencang dan latensi yang lebih rendah bagi konsumen.

Sejumlah smartphone di Indonesia kini sudah mulai menerapkan jaringan 5G meski hingga saat ini belum ada vendor yang menyediakannya. Rupanya ketersediaan ponsel 5G ini sebagai bentuk antisipasi jika jaringan itu sudah tersedia di Indonesia. Dan memang belakangan ini, jaringan 5G di Tanah Air sudah mulai dipersiapkan.

Sejumlah smartphone yang mendukung jaringan 5G dan tersedia di pasaran Indonesia, mulai terbahal hingga termurah. Mereka di antaranya Realme 50X Pro, Oppo A92s, Xiaomi Mix 3 5G, Vivo S6 5G, Poco F2 Pro, Huawei P40, Xiaomi Mi 10 5G, Oppo reno 3 5G, Vivo iQOO Pro 5G, dan Xiaomi Black Shark 3.

Teknologi jaringan terbaru ini juga membuka lahan bagi aplikasi industri dan menjadi unsur penting bagi pembangunan kota-kota cerdas di seluruh dunia. Jaringan 5G merupakan langkah selanjutnya untuk menyediakan jaringan lebih baik dalam dunia yang kian teknologis itu.

Namun sebagian dari kita mungkin belum mengetahui apa jaingan 5G itu. Kami akan menjelaskannya dengan melansir sejumlah sumber, salah satunya Android Authority.

Apa itu 5G?

Sinyal 5G merupakan jaringan generasi kelima dan merupakan pendahulu jaringan 4G LTE yang sudah beroperasi selama dekade terakhir. Janji dari jaringan 5G itu adalah kecepatan data yang lebih cepatn, koneksi rendah latensi dan memberi dukungan bagi konsep baru aktivitas kehidupan, mulai dari kerja virtual reality (VR) dan kota-kota cerdas (smart city). Untuk mewujudkan harapan-harapan tadi, jaringan 5G memerlukan teknologi radio freukuensi tinggi baru, modem perangkat dan teknologi lainnya.

Standar 5G adalah upaya terpadu perusahaan di seluruh dunia dengan bekerja sama kemitraan untuk menciptakan teknologi menyatu. Spesifikasi 5G resmi diterbitkan oleh 3rd Generation Partnership Project (3GPP) dan International Telecommunications Union (ITU). Keduanya sudah meletakkan dasar-dasar bagi teknologi 5G.

Ada beberapa komponen baru untuk 5G, berikut penjelasannya:

  • mwWave – Spektrum frekuensi yang sagat tinggi antara 17 dan 100 GHz dan bandwith tinggi untuk data yang cepat. Sebagian besar penyedia jaringan menargetkan penggunaan spektrum antara 18 hingga 24GHz. Teknologi jarak pendek yang akan digunakan di daerah padat penduduk.
  • Sub-6GHz – Adalah spektrum yang bekerja dalam frekuensi mirip WiFi, antara 3 hingga 6Ghz. Bisa dipakai hub sel kecil untuk penggunaan di dalam ruangan atau pemancar luar ruangan untuk menjangkau jarak menengah seperti 4G LTE yang sudah ada. Sebagian besar spektrum 5G akan ditemukan di sini.
  •  Low-band – Frekuensi yang sangat rendah di bawah 800MHz. Menjangkau jarak yang sangat jauh dan bersifat omnidireksional, menerima atau mengirim sinyal ke segala arah.
  • Beamforming – Bisa digunakan di stasiun pemancar mmWave dan Sub-6GHz untuk mengarahkan sinyal gelombang ke perangkat konsumen seperti gelombang pantul dari gedung. Ini merupakan teknologi kunci untuk mengatasi wilayah-wilayah yang sulit dijangkau.
  • Massive MIMO – Antena di pusat pemancar yang sekaligus melayani perangkat end-user. dirancang untuk membuat jaringan frekeunsi yang tinggi kian efisien dan bisa digabung dengan beamforming.

Komponen-komponen tersebut digunakan untuk membangun jaringan 5G lebih kencang.

Perbedaan 5G dan 4G

Lalu muncul pertanyaan selanjutnya, yakni apa perbedaan jaringan 5G dan 4G? Perbedaan besarnya terletak pada penggunaan teknologi. Jaringan 5G menggunakan teknologi baru, termasuk frekuensi radio, operator jaringan, dan ukuran blok bandwith.

Teknologi baru ini bermuara pada satu tujuan, yakni membuat data internet lebih kencang dan latensi lebih rendah bagi konsumen. Latensi merupakan delay (penundaan). Dengan kata lain latensi adalah lama perjalanan data antara sumber dan tujuan, yang diukur dalam satuan milidetik.

Perbedaan tingkat kecepatan data antara 5G dan 4G akan digambarkan sebagai berikut. Pengguna 5G akan mendapat kecepatan data di atas 50 Mbps, sementara pelanggan 4G LTE sekitar 20 Mbps. Artinya, data internet jaringan 5G akan jauh lebih kencang daripada 4G. Bahkan selisihnya lebih dari separuh.

Cara kerja 5G

Ada dua prinsip inti untuk memahami cara kerja dan tujuan 5G. Pertama adalah dengan memanfaatkan lebih banyak spektrum nirkabel, karena lebih banyak spektrum berarti lebih banyak kapasitas dan kecepatan data yang lebih kencang untuk semua orang.

Untuk mencapai hal ini, 5G beralih ke teknologi jaringan frekuensi tinggi baru, seperti gelombang milimeter (mmWave) yang dikenal dengan teknologi 5G New Radio (NR).

Cara kerja 5G adalah dengan mengoptimalkan manfaat berbagai spektrum nirkabel, baik yang lama (4G LTE) maupun yang baru. Ia menyediakan jangkauan jaringan dan data internet yang lebih cepat kepada konsumen, baik di perkotaan maupun pedesaan, bahkan hingga sampai ke pedalaman.

Demikian penjelasan tentang definisi 5G, perbedaan dengan 4G dan cara kerja jaringan terbaru ini. Semoga artikel ini bermanfaat dan menambah wawasan tentang teknologi jaringan internet.

You May Also Like

About the Author: Farid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *