Aturan Privasi Baru WhatsApp, Maju Kena Mundur Pun Kena

aplikasi whatsapp

Aplikasi WhatsApp menerbitkan aturan privasi baru kepada penggunanya. Aturan tersebut mewajibkan pengguna untuk berbagi data dengan Facebook sebagai induk perusahaan WhatsApp.

Sontak aturan tersebut ditentang sebagian penggunannya. Bahkan banyak pengguna WhatsApp mengancam akan beralih ke Telegram yang dianggap mereka aman terkait data pengguna.

Kecaman itu bahkan menjadi trending topic di Twitter Indonesia. Dilansir Detik.com, Sejumlah netizen ramai-ramai akan pindah ke Telegram akibat perubahan aturan privasi WhatsApp.

“Asli betulan pindah ke #Telegram, well played WhatsApp,” ketus salah satu netizen.

“Siapa yang hari ini pindah ke #Telegram? Selamat datang,” timpal netizen lainnya.

“WhatsApp sih kayanya masih aman-aman aja, tapi tetep gua pengen pindah ke #Telegram,” ujar yang lain.

Tetapi ada pula netizen yang meragukan data akan aman setelah pindah ke Telegram. Mereka mengatakan bahwa Telegram juga akan memberlakukan kebijakan yang sama. Selain itu, telegram juga akan menerapkan iklan di aplikasinya.

Namun jika melihat poin-poin dalam aturan privasi baru itu memang sungguh mengerikan. Pengguna WhatsApp yang hingga kini sudah mencapai 2 miliar lebih itu terjerat oleh aturan tersebut. Dengan kata lain maju kena dan mundur pun kena pula.

Beberapa poin yang menjadi sorotan kami dan juga netizen adalah terkait data nomor kontak, alamat IP dan informasi lain seperti lokasi pengguna berada. Meski fitur lokasi tidak diaktifkan, namun WhatsApp dapat melacaknya melalui kode area nomor telepon. Lalu data-data pribadi itu disimpan di pusat data global Facebook.

Kemudian pengguna, karena ketakutan data pribadinya menyebar, akhirnya menutup akun WhatsApp. Nah, meskipun akun itu dihapus, namun data yang tersimpan tidak akan ikut terhapus.

Lalu WhatsApp pun memberi pilihan kepada penggunanya untuk lanjut menggunakan aplikasi chatting ini atau tidak. Ia memberi waktu hingga 8 Februari 2021.

Taruhlah misalnya, kita tidak akan melanjutkan menggunakan WhatsApp dan akun dihapus. Tetapi upaya itu sia-sia karena data kita sudah terlanjur disimpan dan tidak akan dihapus. Hanya akun saja yang menghilang.

Kengerian lainnya adalah soal penggunaan WhatsApp bisnis. Aturan baru itu menyatakan bahwa pesan yang dikirim via akun bisnis berpotensi bisa terlihat oleh beberapa pengguna akun bisnis lainnya. Artinya pengguna tidak dapat mengontrol data pribadinya, dan bisa saja dibagikan ke layanan pihak ketiga.

Maka, pantas saja banyak netizen yang menentang kebijakan baru WhatsApp tersebut. Sebab, aturan itu membuat penggunanya waswas datanya tersebut ke pihak lain. Namun jika menolak aturan itu dan memilih hapus akun lalu beralih ke aplikasi chat lain, data pribadi tetap tersimpan. Maju kena mundur pun kena cocok bagi pengguna WhatsApp saat ini.

 

You May Also Like

About the Author: Farid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *