Cara Melihat Letusan Gunung Merapi dari CCTV

  • Whatsapp

Gunung Merapi di Yogyakarta kembali meletus pada Rabu (27/1/2021) dari pukul 00.00 hingga 14.00 WIB. Letusan Merapi ini mengeluarkan 36 kali awan panas guguran dengan jarak luncur antara 500 hingga 3.000 meter.

Akibat letusan tersebut, hujan abu tipis mengguyur sejumlah daerah di sekitarnya, antara lain di Tamansari, Boyolali dan Boyolali Kota, Jawa Tengah.

Hanik dalam kanal YouTube BPPTKG menyebutkan bahwa hujan abu bisa terjadi karena awan panas guguran. Ia pun mengimbau masyarakat untuk mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik, di antaranya dengan cara menggunakan masker, kacamata dan menutup sumber mata air.

Sebelumnya, gunung yang berada di Jawa Tengah dan DI Yogyakarta itu mengalami peningkatan status dari level II (waspada) ke level III (siaga). Peningkatan status itu terjadi sejak 5 November 2020.

Cara melihat letusan Merapi

Bagi Anda yang ingin melihat dan memantau bagaimana letusan Merapi itu bisa dengan beberapa cara. Salah satunya melalui kamera CCTV. Ada link atau tautan CCTV yang langsung memberigambaran tentang aktivitas Gunung Merapi, yakni merapi.bgl.esdm.go.id.

Caranya:

– Pertama bukan laman tersebut, lalu menuju menu.
– Selanjutnya pilihlah menu “Aktivitas Merapi”
– Di halaman itu terdapat kotak 12 tautan CCTV dari berbagai lokasi sekitar Gunung Merapi.
– Anda bisa mengklik salah satu dari 12 tautan itu untuk melihat aktivitas Merapi dari sisi tertentu sesuai dengan keinginan Anda.

Berikut 12 CCTV di sejumlah lokasi sekitar Merapi

Kamera CCTV Museum
Kamera CCTV Pasar Bubar
Kamera CCTV Kali Opak Golf
Kamera CCTV Srunen
Kamera CCTV Merbabu
Kamera CCTV Deles
Kamera CCTV Kali Kuning
Kamera CCTV Kali Gendol
Kamera CCTV Plawangan
Kamera CCTV Bebeng
Kamera CCTV Opak Prambanan
Kamera CCTV Boyong (Pulowatu)

Laporan guguran awan panas

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) dalam laman resminya melaporkan kejadian guguran dan awan panas yang terjadi pada 20 Januari 2021.

1. Tanggal 20 Januari 2021 pukul 14.07 WIB terjadi awanpanas guguran yg tercatat di seismogram dengan amplitudo 20 mm dan durasi 192 detik. Jarak luncur diperkirakan sejauh 1000 m, cuaca mendung.

2. Tanggal 20 Januari 2021 pukul 14.27 WIB terjadi awanpanas guguran yg tercatat di seismogram dgn amplitudo 30 mm dan durasi 117 detik. Awanpanas meluncur ke Kali Boyong dengan jarak luncur 1500 m. Angin bertiup ke utara.

3. Tanggal 20 Januari 2021 pukul 14.58 WIB dengan amplitudo 13 mm dan durasi 56 detik. Jarak tidak teramati karena cuaca berkabut dan mendung.

4. Tanggal 20 Januari 2021 pukul 15.26 WIB dengan amplitudo 15 mm dan durasi 96 detik. Jarak tidak teramati karena cuaca berkabut dan mendung.

5. Tanggal 20 Januari 2021 pukul 16.22 WIB, awanpanas guguran tercatat dengan amplitudo 15 mm dan durasi 112 detik. Jarak tidak teramati karena cuaca mendung dan berkabut.

6. Tanggal 20 Januari 2021 pukul 16.56 WIB, awanpanas guguran tercatat di seismogram dengan amplitudo 15 mm dan durasi 96 detik. Jarak luncur tidak teramati karena cuaca berkabut dan mendung.

7. Tanggal 20 Januari 2021 pukul 17.14 WIB awanpanas guguran tercacat dengan amplitudo 2 mm dan durasi 11 detik. Jarak luncur 400 m ke arah barat daya.

8. Tanggal 20 Januari 2021 pukul 17.17 WIB awanpanas guguran tercacat dengan amplitudo 7 mm dan durasi 72 detik. Jarak luncur 800 m ke arah barat daya.

Imbauan untuk masyarakat

Menurut BPPTKG, potensi bahaya saat ini adalah berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi sungai Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 km.

Lontaran material vulkanik saat terjadi erupsi eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

BPPTKG mengimbau masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar #Merapi dan mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *