Cara Mengetahui Gejala dan Pengobatan Gerd

  • Whatsapp
asam lambung tinggi
Penyakit gerd

Cara mengetahui gejala dan pengobatan Gerd atau asam lambung tinggi. Hal itu menjadi pertanyaan semua orang yang menderita penyakit gerd dan asam lambung tinggi. Berikut penjelasannya.

Gastroesophageal reflux disease (GERD) memang bukan penyakit mematikan kalau terus ditangani dengan baik. Namun penyakit ini kerap kali menyiksa penderitanya. Apalagi jika penyakit ini disertai dengan psikosomatis.

Penyakit GERD yang disertai psikosmoatis sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. Penderita hanya bisa mengurung diri di rumah atau kamar karena mengalami kecemasan yang berlebihan.

Definisi

GERD merupakan penyakit di mana kondisi asam lambung naik ke kerongkongan. Akibatnya, muncul rasa panas di dada. Hal itu terjadi karena kerongkongan mengalami iritasi.

Asam lambung naik biasanya terjadi dalam keadaan perut baru mendapat asupan. Atau dengan kata lain ketika baru selesai makan. Oleh karena itu, penting agar makanan yang kita konsumsi itu benar-benar aman untuk lambung.

Orang yang rentan terkena gerd

Hampir semua orang, baik tua maupun muda, berpotensi menderita Gerd atau asam lambung tinggi jika pola makan dan pola hidup acak-acakan. Namun dari semua orang itu ada beberapa kondisi seseorang sangat rentan terkena GERD atau asam lambung. Mereka antara lain

  • Obesitas

Apa hubungan antara obesitas (berat badan berlebih) dengan GERD atau asam lambung? Dikutip Halodoc, berat badan berlebih bisa meningkatkan tekanan pada perut sehingga akan memicu asam lambung naik. Oleh karena itu, usahakan agar berat badan ideal sehingga bisa menghindar dari penyakit GERD.

  • Gangguan jaringan ikat

Dilansir Hellosehat, gangguan jaringan ikat atau (scleroderma) adalah penyakit yang menyebabkan terjadinya pengerasan dan pengencangan pada kulit serta jaringan penghubung.

Penyakit ini masuk pada keluarga penyakit autoimun, yakni ketika imun berbalik menyerang jaringan-jaringan tubuh. Dalam keadaan normal, sistem imun melindungi tubuh dari infeksi dan virus bakteri.

Gangguan jaringan ikat memang hanya berpengaruh pada kulit dan penghubung saja. Namun ada beberapa kasus ketika penyakit ini mengakibatkan gangguan pada pembuluh darah, orang tubuh dalam dan saluran pencernaan.

Nah, gangguan saluran pencernaan inilah yang kemudian akan berdampak lebih jauh pada GERD atau asam lambung. Penderita gangguan jaringan ikat memang harus berhati-hati dalam memilih makanan dan berkonsulasi kepada dokter.

  • Sedang hamil

Perempuan yang sedang hamil sering mengalami penyakit GERD atau asam lambung sering, baik ringan maupun berat. Hal itu lumrah terjadi.

Dilansir Popmama, wanita hamil mengalami GERD karena perubahan hormol selama mengandung yang berakibat pada melambatnya kerja pencernaan.

Selain itu, janin dan rahim yang membesar juga menyebabkan makanan dan asam lambung tertekan sehingga naik ke kerongkongan (esofagus).

  • Perokok aktif

Perokok aktif termasuk orang yang rentan terkena GERD atau asam lambung. Penyebabnya adalah asap nikotin yang masuk ke perut bisa menyebabkan kerusakan pada lambung. Lambung bisa mengalami iritasi akibat terpapar asap rokok.

  • Peminum alkohol

Minuman yang memiliki kadar alkohol bisa memicu asam lambung. Sebab, alkohol dapat melemaskan sfingter esofagus dan merangsang lambung untuk menghasilkan lebih banyak asam.

Selain itu, alkohol juga dapat mengikis lapisan mukosa pada lambung dan esofagus sehingga kian memperparah gejala penyakit.

Gejala Gerd

Orang terkena GERD memiliki beberapa gejala yang dirasakan. Beberapa di antaranya mirip terkena serangan jantung. Namun perlu diketahui bahwa GERD tidak akan menyebabkan serangan jantung.

Berikut gejala GERD

  • Panas dada atau heartburn

Orang biasanya mengaitkan gejala heartburn atau dada nyeri dan terasa terbakar dengan jantung. Padahal GERD juga gejalanya sama seperti itu. Gejala itu biasa muncul setelah makan.

Hasil penelitan American College of Gastroenterology seperti dikutip Tempo menyebutkan bahwa dada sakit dan terasa terbakar paling umum dirasakan oleh 60 juta warga Amerika Serikat setiap bulan.

Dada nyeri sebagai akibat tekanan gas asam lambung ke otot dada sehingga dada akan terasa nyeri dan terbakar. Namun jika gas itu keluar melalui kerongkongan dengan sendawa, rasa itu akan hilang.

  • Mulut terasa pahit

Jika asam lambung sedang naik, perut kembung dan mulut terasa asam dan pahit. Rasa itu berasal dari asam lambung yang naik ke kerongkongan, biasanya hal itu terjadi setelah makan.

Namun mulut terasa asam dan pahit atau regurgitasi terjadi bukan hanya setelah makan, tetapi juga saat olahraga tanpa pemanasan dan makan dengan porsi besar.

  • Bau napas tak sedap

Asam lambung naik bukan hanya menyebabkan mulut terasa asam dan pahit tetapi juga hidung mencium bau tak sedap. Hal itu biasanya terjadi secara bersamaan dengan rasa asam dan pahit.

  • Sulit menelan

Ketika asam lambung sedang naik, penderita akan sulit menelan. Hal itu terkadang sangat menyiksa, apalagi saat sedang makan.

Sulit menelan atau dispasgia menyebabkan makanan seakan melekat di kerongkongan, tidak turun ke lambung. Dispasgia juga kerap terjadi dalam kondisi biasa alias tidak usai makan. Biasanya asam lambung naik dalam kondisi stres sehingga mengakibatkan sulit menelan karena tertahan oleh asam lambung yang naik dan menekan.

  • Psikosomatis

Salah satu gejala GERD yang paling parah adalah psikosomatis. Psikosomatis adalah kondisi kecemasan yang berlebihan akibat asam lambung naik. Beberapa ciri psikosomatis adalah cemas yang berlebihan atau panic attack, badan begetar, jantung berdebar, tidak tenang, merasa seperti ingin pingsan dan lainnya.

Pengobatan

Ada banyak jenis obat untuk mengobati GERD dan gejalanya. Obat tersebut masing-masing memiliki fungsi berbeda. Jika penderita berobat ke dokter dan divonis GERD atau asam lambung, pasien biasanya diberi resep obat sebagai berikut:

  • Antasida

Ini sejenis obat yang bekerja sesaat. Obat ini paling sering digunakan ketika asam lambung sedang naik. Obat ini berwujud tablet dan cairan. Biasanya rasanya manis dan setelah meminum obat ini, penderita akan merasakan lapar.

Obat ini juga bisa mengatasi perut kembung karena mengandung bahan simethicone. Namun obat ini memiliki efek samping, salah satunya adalah sembelit dan terkadang perut sakit. Namun lama-lama, gejala itu mereda.

  • H2 Blockers

Obat ini memiliki cara kerja yang berbeda dengan antasida. Obat ini bekerja dengan cara mencegah produksi asam lambung. Kandungan bahan aktifnya mampu mencegah sel-sel permukaan lambung memproduksi cairan lambung.

National Institute of Health sebagaimana dikutip Orami menyebutkan bahwa obat H2 Blockers mampu menurunkan produksi asal lambung hingga 70 persen selama sekitar 24 jam.

Obat ini biasa digunakan untuk terapi jangan panjang, yakni sekitar dua hingga tiga minggu.

  • Proton Pump Inhibitor

Obat ini lebih ampuh daripada H2 Blockers dalam menurunkan produksi asam lambung. Selain menurunkan, obat ini juga bia mencegah produksi asam lambung.

Obat proton pump inhibitor biasanya dipakai untuk mengobati GERD yang kronis.

Pencegahan

  • Sebagaimana penulis sebutkan bahwa GERD itu sungguh menyiksa dan itu memang berdasarkan pengalaman penulis. Untuk mencegah penyakit itu, penulis memberikan beberapa saran dan memang sesuai anjuran dokter.
  • Jaga berat badan dalam kondisi normal, artinya tidak berlebihan (obesitas) dan tidak juga kekurangan. Karena asupan makanan bergizi juga penting dalam menjaga lambung tetap sehat.
  • Selalu makan dengan porsi yang cukup, atau tidak berlebihan. Sebab, makan yang terlalu banyak juga bisa menyebabkan kerja lambung terlalu berlebihan.
  • Jangan langsung tidur atau rebahan setelah makan. Ini penting. Tunggu satu atau dua jam setelah makan jika ingin tidur. Dan jangan pula makan di waktu menjelang tidur. Menurut anjuran dokter makan malam maksimal pukul 19.00.
  • Hindari makanan yang memicu asam lambung atau yang mempercepat pengosongan perut, salah satunya cokelat. Silakan makan cokelat, tetapi tidak berlebihan.
  • Konsumsi makanan atau buah-buahan dan sayuran yang aman untuk lambung. Misalnya makanan yang memiliki serat tinggi, buah-buahan, makan protein yang renda kolesterol, makanan yang kaya vitamin C dan buah kayat serat, magnesium dan kalium.
Demikianlah seputar masalah Gerd, gejala dan cara mengobati peyakit tersebut. Jika Anda mengalami gejala seperti Gerd, jangan panik, segera berobat ke dokter dan ikuti saran-saran mereka.
  • Whatsapp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *