Dua Kasus Suara Ayam Berkokok yang Berujung di Pengadilan

/
/
/
4 Views
ad-mania

Suara ayam berkokok yang biasa terdengar menjelang pagi hari di desa-desa sudah menjadi fenomena biasa. Bahkan, suara ayam jantan itu kerap dijadikan “alarm” oleh pemiliknya agar bisa bangun pagi.

Namun di dua daerah ini, suara kokok ayam menjadi masalah. Bahkan, persoalan ini sampai dibawa ke pengadilan.

1. Ayam berkokok di Inggris

Kasus pertama terjadi di sebuah desa di Inggris pada tahun 1993. Ayam jantan bernama Corky di sebuah desa di Distrik Torridge, milik Nyonya Margery Johns, harus berurusan dengan pengadilan.

Pasalnya, suara ayam jantan milik Johns mengganggu tidur tetangganya, John Richings, karena berkokok pada pukul 05.00 pagi atau sebelumnya.

Awalnya, Pak Ritchings ingin menyelesaikan masalah itu secara kekeluargaan dengan meminta Nyonya Johns memindahkan ayam tersebut, setidaknya tidak ditempatkan di bawah jendela kamar tidur Ritchings. Namun permintaan itu ditolak karena tetangga lain merasa tidak terganggu dengan suara ayam berkokok itu. Kedua tetangga itu pun tidak mencapai kata sepakat.

Akhirnya Ritchings mengadu ke Dewan Distrik Torridge. Ia pun membawa hasil pemantauan ahli suara dari pejabat lingkungan setempat yang dilakukan September tahun 1992.

Hasil monitoring itu mencatat bahwa intensitas suara ayam berkokok terus meningkat dari pukul 04.49 hingga pukul 06.30. Stephan Peliza, ahli suara yang disewa Ritchings pun menyimpulkan bahwa suara ayam berkokok itu benar-benar sangat mengganggu.

Akhirnya, ayam jantan bernama Corky itu disingkirkan ke rumah tetangga lain yang cukup jauh dan kebetulan memiliki peternakan burung merak yang suaranya jauh lebih mengganggu daripada suara ayam berkokok. Rumah tersebut adalah milik Lady Stucley.

Namun Nyonya Johns tidak terima dengan keputusan Dewan Distrik Torridge. Ia menuding, Ritchings tidak biasa tinggal di desa dan menyebut dia adalah sok orang kota. Ritching pun membantah tudingan itu. Ia menyebutkan sebelumnya pernah tinggal di desa selama bertahun-tahun.

Akhirnya nyonya Johns membawa kasus suara ayam berkokok itu ke pengadilan negeri di Taunton. Nyonya John bertekad tidak akan menyerah.

“Saya tidak mampu membeli kasus ini. Andaikan dia orang biasa, saya akan singkirkan ayam itu. Tapi dewan menjadi ikut terlibat dan sekarang kasus sudah terlalu jauh,” kata Nyonya Johns dilansir Independent.

2. Ayam berkokok di Perancis

Kasus ayam berkokok yang berujung ke pengadilan juga terjadi di Perancis, baru-baru ini. Ayam jantan bernama Maurice diadukan ke pengadilan karena berkokok terlalu lama dan mengganggu tetangga.

Dilansir Sindonews, ayam itu diadukan oleh pasangan pensiunan, Jean-Lois Biron dan Joelle Andrieux. Awalnya, pasangan itu mendirikan rumah di desa Saint-Pierre d’Aleron 15 tahun lalu. Mereka membangun rumah di desa itu karena ingin mendapatkan suasana tenang.

Namun pada 2017, ketenangan pasangan tersebut mulai terganggu oleh suara ayam berkokok yang terlalu lama milik Corinne Fesseau. Pasangan itu akhirnya menggugat ke pengadilan.

Fesseau pun melawan dan mengatakan tidak akan tunduk pada orang yang ke desa hanya dua minggu dalam setahun. Fesseau pun mendapat dukungan dari pecinta ayam di daerah itu. Mereka menyebut, saat pergi ke kota dan terganggu suara bising kendaraan, mereka lebih baik pergi.

“Jika kami pergi ke Paris, Anda memiliki metro, bus, kereta api, lalu lintas. Jika kami tidak bisa menolak, kami akan pergi,” kata Fesseau.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This div height required for enabling the sticky sidebar
English Indonesian
Ad Clicks :Ad Views :