Facebook Kini Sudah Membeli Emosi Kita

Facebook Kini Sudah Membeli Emosi Kita

Facebook membeli platform GIF milik Giphy senilai 400 juta dollar AS dan itu menambah permata lain pada mahkota kerajaan terbesar di Silicon Valley tersebut.

Dengan triliunan penggunanya, Facebook sudah menguasai sebuah populasi yang membuat Kerajaan Inggris merasa tidak ada apa-apanya.

Wilayah yang dikuasai Facebok tidak terbatas tanah fisik. Kekuasannya bahkan sudah sampai pada telinga kamu dan data-data menarik kamu.

Bahkan kini, jika Giphy jadi dibeli, maka Facebook akan menguasai bentuk favorit ungkapan emosional kamu di internet.

Sebagaimana banyak perusahaan Teknologi Besar lainnya, Facebook kini sedang berbisnis orang. Para penggunannya adalah produk nyata. Mirip sebuah cetakan, sulur-sulurnya menjangkau ke setiap inci pikiran manusia, menangkap data apa pun yang bisa ditemukan.

Ketika kamu menulis status di Facebook atau mengunggah foto di Instagram, kamu sebenarnya sedang menawarkan data ke sebuah mesin. Lalu data itu diolah untuk diberikan ke perusahaan pengiklan. Sehingga perusahaan bisa mengetahui iklan produk apa saja yang cocok untuk kamu.

Kemudian ketika Facebook membeli Ghipy yang merupakan platform GIFs untuk internet, lalu kamu mengetik emotikon sebagai ungkapan perasaan kamu, itu artinya kamu sedang memberikan kemudahan kepada Facebook untuk menguasai berbagai informasi tentang diri kamu. Kemudian informasi itu diserahkan ke perusahaan pengiklan. Lalu muncullah iklan di timeline kamu yang cocok dengan kebutuhan kamu saat itu.

Seputar Giphy

GIFs merupakan sebuah wujud ekspresi perasaan manusia di internet hari ini, dengan setiap aplikasi sosial populer yang menawarkan beberapa bentuk integrasi GIF dan kebanyakan dari mereka adalah dalam bentuk sebuah papan ketik GIF yang menggunakan database raksasa milik Giphy. GIFs memungkinkan kamu mengutarakan perasaan kamu tanpa harus benar-benar mengatakannya sama sekali.

GIFs secara langsung menyampaikan banyak emosi tanpa harus berusaha mencari kata yang tepat demi menghindari salah tafsir atau pelanggaran. Ketika teman kamu mendapat promosi, kamu nggak usah capek-capek menulis panjang lebar ucapan selamat, cukup ketik emotikon “bersulang”. Atau kamu berdebat panas soal politik dan kamu ingin menghindari perpecehan dengan teman, cukup ketik emotikon “damai” dengan ikon acungkan tiga jari.

Nah, saat ini anggaplah bahwa Facebook sudah mengontrol langsung Giphy. Pilihan kamu atas GIFs mungkin tidak berarti untuk kamu sendiri, tetapi sangat penting bagi perusahaan. Bentuk GIFs yang kamu tulis di Facebook bisa berbicara banyak tentang diri kamu.

Taruhlah kamu sedang merasa capek usai bekerja dan kamu kemudian mengungkapkannya di Facebook hanya dengan emotikon “lelah”, maka perasaan itu menjadi informasi berharga bagi perusahaan bagaimana cara melayani kamu dengan iklan yang tepat dengan suasana batin kamu.

Kesimpulannya adalah bahwa ketika Facebook mengetahui suasana batin kamu itu menjadi salah satu langkah untuk mengetahui lebih banyak tentang kamu, lebih dari yang kamu ketahui.

Dengan kata lain, jika Facebook membeli platform Giphy, itu artinya perusahaan milik Mark Zukcerberg itu sedang menjual ungkapan perasaan kamu ke perusahaan pengiklan. Facebook kini sudah membeli emosi kita.

Sumber: Digitaltrends

Tinggalkan komentar