Fitur Smartphone Berkelas Mengekor Tren Ponsel Cina?

Samsung baru saja merilis phablet Galaxy Note 3. Smartphone campuran tablet ini dibekali slot kartu SIM ganda. Ada fenomena menarik peluncuran Galaxy Note 3 ini, yakni slot kartu SIM ganda. Fitur ini dulu kerap dijejalkan pada smartphone Cina yang harganya murah seperti Mito, Nexian, Cross dan sejenisnya.

Samsung Galaxy Note 3

Namun kini fitur kartu SIM ganda mulai merambah ke smartphone lansiran perusahaan besar dan, katakanlah, merek terkenal dan berkelas seperti Samsung, HTC, Sony Ericsson dan lainnya.

Kenapa demikian? Baik, sedikit mengingatkan kembali fitur apa saja yang biasanya disematkan pada smartphone lokalan, ponsel Cina. Selain slot kartu SIM ganda, biasanya TV tuner juga menjadi salah satu fitur andalan ponsel pintar asal Cina (rata-rata ponsel lokal didatangkan dari Cina karena murah). Dengan harga yang relatif murah, namun smartphone ini bisa diberi dua kartu SIM dan jadi perangkat mobile untuk menonton televisi.

Ponsel TV, sumber : hyunjaeiskai.wordpress.com

Namun tidak diperhatikan kekuatan prosesor dan RAM untuk menjalankan kedua fitur ini. Rata-rata smartphone Cina  “memaksakan” fitur-fitur tersebut dijejalkan pada smartphone yang hanya dibekali prosesor 1GB lebih dan RAM 512MB. Akibatnya, smartphone tersebut kerap hang.

Dan kini, fitur-fitur tersebut dimiliki juga oleh smartphone dari perusahaan berkelas dengan didukung prosesor yang memadai dan RAM yang cukup. Dengan demikian, munculnya kedua fitur itu tidak mengganggu pemrosesan aplikasi yang lain.

Pertanyaannya adalah, kenapa smartphone-smartphone dari perusahaan berkelas seolah-olah mengekor hp cina? Jawabannya adalah, menurut penulis, demi bertahan hidup di pasar gadget yang kian ketat. Istilah “ketat” di sini adalah merujuk pada kian membanjirnya smartphone Cina dengan harga murah, namun fitur lengkap– termasuk kartu SIM ganda dan TV tuner.

Dengan logika sederhana, konsumen akan lebih tertarik pada smartphone fitur lengkap dengan harga yang murah. Dan itu masuk akal, apalagi bagi konsumen di Indonesia tercinta ini. Fenomena ini lama-lama bakal menggerus kehadiran ponsel dari merek terkenal yang sudah lama berkecimpung. Makanya, ada sebuah penelitian yang dilansir Digitimes bahwa ponsel-ponsel Cina yang murah bisa membunuh ponsel dari “pemain” lama.

Dengan demikian, hal ini bisa disimpulkan bahwa smartphone berkelas kini seolah-olah mengekor pada ponsel Cina karena memang mengikuti tren pembeli.

Tinggalkan komentar