Hormati Tenaga Medis, 2 Siswa SD Ciptakan Game Corona

  • Whatsapp
corona

Banyak cara dilakukan untuk menghormati atau menghargai jasa-jasa tenaga medis dalam merawat pasien corona. Mulai dari penyambutan meriah hingga pembuatan game.

Baru-baru ini dua siswa SD di Sumenep, Jawa Timur, berinisiatif membuat game untuk smartphone dengan tema virus corona atau Covid-19.

Dilansir Kompas.tv, game tersebut memiliki karakter utama para tim medis yang berusaha melawan virus corona dengan cara menghindarinya.

Viko Raynur Rhaka Zulfaqor adalah pencipta game corona ini. Dia adalah siswa kelas 6 SD yang masih berusia 22 tahun.

Viko yang bercita-cita ingin menjadi programer game ini menciptakan game corona dengan dibantu temannya, Dimitri Mahya Maini yang juga masih berusia 12 tahun. Dimitri sendiri bertugas mendesain karakter dalam game Covid-19 ini.

Kedua siswa ini memang sudah lama menekuni pembuatan game. Bahkan mereka membentuk sebuah tim yang diberi nama tim digital di sekolahnya.

Game ini memang terbilang sederhana, namun sangat menarik. Cara memainkannya gampang-gampang susah.

Karakter utama seorang tenaga medis yang mengenakan alat pelindung diri (APD) berjalan dengan di depannya berseliweran virus corona. Pemain tinggal menggerakkan karakter utama tim medis untuk menghindari diri dari virus corona.

Namun jika tim medis terkena virus itu, maka game tersebut berakhir. Pemain kemudian mengklik restart untuk bermain kembali game corona.

Game corona ini disebut sudah tersedia Android. Namun ketika kami menelusurinya di Play Store, game tersebut belum ada.

Hiburan di tengah pandemi

Game corona ini bisa menjadi bagian dari mengisi waktu selama tinggal di rumah. Bahkan, game ini bisa menjadi alternatif hiburan sehingga pikiran tidak tegang dalam menghadapi pandemi virus yang berasal dari Wuhan, China ini.

Setidaknya dengan perasaan senang, kekebalan tubuh meningkat sehingga bisa terhindar dari virus corona.

Bahkan, organisasi kesehatan dunia (WHO) menyarankan agar masyarakat bermain game selama tinggal di rumah dalam rangka social distancing atau phyisical distancing demi memutus mata rantai corona.

Dilansir Business Insider via AyoBandung, Duta Besar WHO untuk strategi global, Ray Chambers menyatakan, industri game bisa membatu memutus mata rantai penyebaran virus corona.

Perusahan bisa menyisipkan pesan-pesan penting dalam game dalam mencegah penyebaran corona. Misalnya mendorong pemainnya untuk saling menjaga jarak, rutin mencuci tangan, memakai masker dan lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *