Melihat Desa Mati di Majalengka, Kalau Malam Mencekam…

Layaknya sebuah desa pada umumnya, rumah hingga pemandangan alam menjadi daya tarik tersendiri. Banyak orang yang mengidam-idamkan untuk dapat tinggal di desa. Namun lain halnya dengan desa yang satu ini, yaitu Desa Sidamukti, Majalengka, Jawa Barat. Keasrian desa yang dulu kini berubah menjadi tempat yang sudah tidak layak huni.

Berawal dari bencana alam pergeseran tanah yang terjadi pada 2006 lalu, untuk menghindari kembali jatuhnya banyak korban, pemerintah desa (pemdes) setempat mengupayakan untuk merelokasi warganya ke tempat yang lebih aman.

Penyebab utama dari kosongnya Desa Sidamukti, yakni lantaran penampakan alam sekitar. Keadaan tanah serta curah hujan yang tinggi seringkali membuat wilayah tersebut rawan bencana alam.

Salah satu bencana yang kerap mengancam nyawa warga adalah longsor. Alhasil, semua warga Desa Sidamukti memutuskan untuk meninggalkan desa demi keamanan bersama. Relokasi sendiri tidak berlangsung seketika saat musibah itu terjadi. Ada rentan waktu sekitar 3 tahun hingga akhirnya ratusan KK yang tinggal di daerah tersebut direlokasi ke tempat lain.

Pada awal tahun 2006, di Blok Tarikolot yang bagian dari Pemerintah Desa (Pemdes) Sidamukti terjadi pergeseran tanah.

Direlokasinya ratusan KK dari Tarikolot ke Buahlega tidak lantas membuat bangunan warga dihancurkan, sehingga rumah mereka dibiarkan berdiri.

Mendengar tentang keadaan desa tersebut dari berbagai pihak media maupun penelitian dan melihat secara langsung, memang keadaan ratusan rumah di Desa Sidamukti tersebut kebanyakan masih bagus. Sebagian bangunan masih berdiri kokoh. Ada juga sebagian bangunan yang memang keadaannya sudah rusak, seperti ada tembok yang patah dan atap-atap rumah yang sudah mulai rapuh.

Setelah terjadi pergeseran tanah tersebut, warga trauma dan cemas peristiwa serupa terulang dan khawatir terjadi secara mendadak.

Pemerintah sangat memperhatikan keadaan desa tersebut. Bahkan pemerintah desa mengupayakan untuk merelokasi warganya ke tempat yang lebih aman.

Hingga saat ini Desa sidamukti tersebut resmi tidak diaktifkan atau sudah tidak bisa lagi dihuni. Pengosongan desa itu merupakan upaya pemdes demi keselamatan dan kenyamanan masyarakat.

Setelah bertahun-tahun tidak dihuni, desa tersebut kini terlihat sangat miris. Rumah-rumah warga dibiarkan kosong, tidak terawat dan kumuh. Sidamukti bisa dikatakan desa mati, karena sama sekali tidak ada aktivitas di sana.

Karena sudah lama tak terjamah manusia, desa tersebut kini sudah ditumbuhi banyak pohon besar yang menjulang tinggi. Ada pula pohon pisan dan bambu hingga membawa kesan angker di desa itu.

Jika melihat keadaan desa tersebut, baik pagi maupun siang hari, suasananya sepi dan menakutkan. Apalagi kalau malam hari, suasananya mencekam.

Aalah satu Youtuber bernama Khadafi pernah menelusuri Desa Sidamukti pada malam hari. Tampak beberapa rumah memang tidak terkunci dan pintunya terbuka. Di dalam terlihat perabotan rumah tangga yang masih lengkap. Bahkan baju-baju hingga kursi juga masih tersimpan di rumah kosong itu.

Bahkan menurut kabar, sebagian warga ada yang masih menyimpan harta benda mereka di sana. Entah itu karena sengaja disimpan atau memang tidak keburu diambil akibat ketakutan warga akan bencana longsor dan pergeseran tanah.

Tak heran juga banyak orang yang menyebut Sidamukti adalah desa mati, karena memang sudah tidak berpenghuni lagi.

You May Also Like

About the Author: Rosmayanti

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *