Mengenal Enkripsi Ujung ke Ujung WhatsApp

  • Whatsapp
grup whatsapp
grup whatsapp

WhatsApp memiliki teknologi enkripsi dari ujung ke ujung (end to end encryption) untuk menjamin kerahasiaan percakapan penggunanya. Dengan teknologi ini, percakapan pengguna tidak akan diketahui oleh siapa pun, baik penegak hukum, penjahat siber, bahkan hingga WhatsApp sendiri.

Lalu apa yang disebut enkripsi dari ujung ke ujung itu? Bagaimana prosesnya hingga percakapan para pengguna WhatsApp tidak akan bocor ke mana-mana?

Sebelum menjawab pertanyaan itu, akan sedikit diulas mengenai kebijakan privasi baru WhatsApp yang baru-baru ini dikirimkan ke para penggunannya.

Pada akhir April, pengguna WhatsApp heboh dengan kembali munculnya kebijakan privasi baru dari WhatsApp. Pengguna diminta memilih antara menolak atau menerimanya dengan masing-masing pilihan mengandung konsekuensi.

Jika pengguna menolak dengan memilih “nanti”, maka setelah 15 Mei 2021, user tidak bisa lagi menggunakan WhatsApp dan mungkin harus mencari aplikasi altenatif serupa, seperti Telegram. Sebelum masuk tanggal 15 Mei, WhatsApp akan terus mengirimkan notifikasi ini.

Namun jika pengguna memilih “Terima”, maka ia akan tetap bisa menggunakan WhatsApp meski sudah melewati 15 Mei. Namun konsekuensinya, data pengguna akan dikumpulkan WhatsApp dan Facebook untuk kepentingan bisnis mereka.

Kebijakan tersebut sebelumnya menuai protes dari para penggunannya. Bahkan mereka mengancam akan beralih dari WhatsApp ke aplikasi chat lainnya semisal Telegram.

WhatsApp buru-buru memberi penjelasan mengenai kebijakan privasi baru itu. Perusahaan ini menegaskan bahwa kebijakan privasi baru ini tidak akan berpengaruh pada kerahasiaan percakapan penggunanya. Percakapan pengguna tidak akan bocor ke mana-mana berkat teknologi enkripsi dari ujung ke ujung.

Apa itu enkrpsi dari ujung ke ujung

Dikutip dari situs tekonologi Werid, Enkripsi dari ujung ke ujung (end to end encrytion atau E2EE) merupakan sebuah sistem komunikasi di mana hanya para pengguna saling berkomunikasi yang hanya bisa membaca pesan.

Pada prinsipnya, teknologi ini mencegah data dibaca atau diubah secara diam-diam oleh orang lain selain penerima dan pengirim.

Menurut WhatsApp dalam laman resminya, data yang dikirim via WhatsApp diamankan oleh sebuah kunci khusus yang hanya dimiliki oleh pengirim dan penerima.

Penerima dan pengirim memiliki kunci khusus yang diperlukan untuk membuka pesan atau data. Hal itu terjadi secara otomatis tanpa memerlukan pengaturan tertentu.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *