Mengharukan, Suami Meninggal Saat Mengaji di Dekat Jenazah Istrinya

suami meninggal

Tidak ada satu pun orang yang mengetahui kapan datangnya maut. Tidak ada yang bisa memprediksi waktu yang tepat perihal maut. Tidak ada pula orang yang mampu menawar waktu, mengulur waktu bahkan mengetahui dalam keadaan apa ia meninggal.

Tuhan telah menentukan perjalanan hidup setiap orang hingga ia dijemput ajalnya. Seperti halnya kejadian yang terjadi pada Jumat, 5 Februari lalu. Sepasang suami istri di Bojonegoro, Jawa Timur, meninggal dunia di waktu yang hampir bersamaan.

Seorang suami meninggal dunia pada saat sedang mengaji di samping jenazah istrinya yang baru saja meninggal.

Baca juga: Mengenal Situ Gede, Danau Terbesar di Kota Tasikmalaya

Umi Munawaroh diketahui meninggal dunia pada Jumat, 5 Februari dini hari lalu. Mulanya sang istri meninggal pada pukul 01:30 WIB. Dikabarkan, sang istri menderita penyakit diabetes.

Selang waktu 2 jam pada pukul 04:15 WIB, Fatkhan terkena serangan jantung dan kemudian menghembuskan nafas terakhirnya.

Fatkhan mengalami serangan jantung mungkin karena syok sang istri meninggalkannya. Hal ini bisa saja terjadi.

Posisi Fatkhan Sibyan yang waktu itu sedang mengaji di samping jenazah sang istri membuat haru banyak orang. Lalu ia meninggal dunia. Sebuah peristiwa yang jarang, namun nyata adanya.

Kisah pasangan sejati itu sempat diunggah di akun Instagram lambe_turah.

Itu sudah menjadi suratan takdir bagi pasangan suami istri tersebut. Sebab, yang namanya maut kita tidak mengetahui kapan datangnya. Kita pun tidak bisa menawar untuk mengulur waktu perihal maut kepada Tuhan.

Menurut kabar, pasangan suami istri itu merupakan pengusaha yang memilki sejumlah bisnis seperti mebel dan pemilik toko alat jahit.

Mereka juga cukup dermawan dan pernah membangun dua masjid. Kemudian masjid tersebut diwakafkan untuk digunakan masyarakat beribadah.

Sang suami, Fatkhan Sibyan dulunya merupakan mantan bendahara PCNU Kabupaten Bojonegoro pada tahun 1993 -1998.

Pihak PCNU Bojonegoro pun turut mengucapkan duka untuk kedua almarhum di media sosial lantaran meninggal di waktu yang hampir bersamaan.

Kedua jenazah itu kemudian dimakamkan dalam satu liang lahat.

Semoga kebaikan yang dilakukan oleh almarhum Fatkhan dan istrinya, Umi Munawaroh menjadi amal jariyah bagi keduanya.

Kita harus yakin bahwa sekecil apapun kebaikan yang kita lakukan, bahkan sekecil biji zarah sekalipun, pasti akan mendapatkan balasan baik yang berbuah pahala jika kita melakukannya dengan penuh rasa ikhlas. Begitupun sebaliknya dengan keburukan pasti akan ada balasannya yang setimpal.

Seperti yang dikatakan oleh pepatah bahwa apapun yang kita tanam, itulah yang akan kita tuai. Baik buruknya sesuatu yang kita lakukan di dunia ini pasti mendapatkan balasannya di akhirat kelak.

Dalam kehidupan ini, waktu akan terus berjalan. Usia akan terus bertambah, dari mulai anak-anak hingga orangtua.

Namun karena yang namanya maut tak mengena usia dan penyakit, siapa pun, di mana pun, dan kapan pun manusia ajal pasti menjemput.

Yang harus kita lakukan di dunia yang fana ini adalah mengisi setiap waktu dengan ketaatan, memperbanyak amal baik atau berlomba lomba dalam kebaikan dengan semata-mata demi menggapai ridha Tuhan dengan didasari rasa ikhlas dalam melakukannya.

Semua itu dilakukan sebagai bekal bagi manusia kelak di akhirat dan untuk mempersiapkan diri ketika menghadapinya.

Bahkan sudah jelas dalam potongan salah satu ayat dalam Qs. Ali imron: 185 bahwa Tiap-tiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati.

Cukup kematian yang dijadikan pelajaran, seperti pasangan suami istri, Fatkhan Sibyan dan Umi Munawaroh.

You May Also Like

About the Author: Rosmayanti

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *