perjalanan dari tasik ke majalengka
Sate

Perjalanan dari Tasik ke Majalengka, “Sempurna”!

Diposting pada 77 views

dari Tasik ke Majalengka, sudah saya hitung jam 11.00 WIB. Saat tiba di waduk terbesar se -Asia Tenggara, saya akan makan memesan nasi liwet. Akan nikmat, terlebih ditutup dengan minum air kelapa muda.

Tapi seperti sedang menduga-duga, sebagaimana kita mencari rezeki, hanya menduga-duga saja, sedangkan Allah yang menentukan.

Setiba di Waduk Jati Gede, semua tempat makan tutup karena masih pandemi. Dengan sabar saya masih kuat menaham lapar.

Bayangan kenikmatan akan saya alihkan saat tiba di Majalengka.

Membutuhkan perpanjangan waktu selama 30 menit bisa saya tempuh dengan tidak mengebut.

Beruntung ada satu rumah makan yang buka. Saya langsung pesan sate buntel dan muda.

“Pak, makannya harus take away, atau kalau makan di sini hanya boleh 30 menit saja,” kata Pak Satpam.

Sebenarnya saya agak kesal dan kecewa, tapi masa sih harus berdebat dengan Satpam yang menjalankan aturan.

Padahal menurut saya, sebaiknya sebagai musafir saya dapat dispensasi soal waktu, seperti shalat wajib dapat dispensasi waktu.

Sate membutuhkan waktu 20 menit untuk disajikan. Itu artinya, waktu saya menyantap tinggal 10 menit.

Baru saya gigit dua tusuk tiba-tiba saya ditelepon teman saya, “Pak segera merapat ke Disdik (Dinas Pendidikan).”

Haduh, “sempuurna”…!

Catatan redaksi:

Ini catatan Tahyudin, seorang pengusaha. Kami dari redaksi menerima tulisan-tulisan mengenai perjalanan Anda. Jika Anda berminat, silakan kirim ke email kami di [email protected]