Mantan wabup tersingkat
Deni Ramdhani Sagara

Tak Lagi Menjabat, Mantan Wabup Tersingkat Kini Buka Angkringan

Diposting pada 10.214 views

Mantan Wakil Bupati tersingkat se-Indonesia Deni Rhamdani Sagara membuka setelah tak lagi menjabat.

Rencananya, ia membuka banyak cabang di untuk menyerap banyak tenaga kerja.

“Selain untuk bisnis, ini juga bertujuan untuk menyerap tenaga kerja di Jawa Barat,” kata Deni yang juga Sekretasi DPW PAN ini.

Untuk mempersiapkan tenaga kerja bagi angkringannya, Deni menyatakan pihaknya membuka pendidikan dan pelatihan. Pendidikan tersebut ia namai sebagai Pesantren Vokasi Wirausaha. Lama pendidikannya adalah selama 42 hari sesuai masa dirinya ketika menjabat sebagai wakil bupati Tasikmalaya.

“Pesantren Vokasi Indonesia ini berbasis pelatihan selama 42 hari kerja bagi santri di perkampungan terpencil yang di dalamnya pembelajaran skill santri siap kerja dan jadi wirausahawan. Setiap angkatannya berjumlah 42 orang dari pemuda perkampungan di Jawa Barat. Selain jadi wirausahawan, bisa juga jadi pegawai lainnya sesuai dengan skill,” jelas Deni, belum lama ini.

Deni mengatakan, ide membuka angkringan dan mendirikan pesantren vokasi ini berawal dari hasil pantuannya ketika ia menjabat wabup selama 42 hari ke kampung-kampung terpencil.

Banyak warga, terutama anak muda yang mengeluh soal lapangan pekerjaan. Ada pula dari mereka yang ingin menjadi orang sukses.

.”Jadi saya bersama teman-teman pun berinisiatif membuka pesantren vokasi ini untuk membantu memudahkan mereka mendapatkan akses dan pendidikan dan bekal ilmu agama. Pesantren Vokasi Indonesia ini pun sampai akhirnya mendapatkan respons besar dari langsung,” tambah Deni.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi RI Wikansakarinto, mengaku sangat mengapresiasi penuh dan meresmikan secara langsung Pesantren Vokasi Indonesia yang dirintis mantan Wakil Bupati paling singkat di Negeri ini tersebut.

Ia yakin pesantren ini bisa menciptakan 42.000 santri yang siap bekerja dan menjadi wirausahawan muda.

Bahkan, pihaknya pun akan segera memberikan bantuan bagi lembaga vokasi informal ini demi terciptanya santri mandiri dan diharapkan mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru di seluruh daerah Indonesia.

Penciptaan para wirausawan baru ini akan menjadi faktor penting kekuatan ekonomi Indonesia.

Ia akan mengawal program seperti ini di Indonesia sampai tuntas dan sukses.

“Kenapa wirausaha? Karena ini adalah salahsatu kekuatan Indonesia. Kalau semua anak-anak dan generasi muda di Indonesia berpikir jadi usahawan atau tak hanya berpikir jadi pegawai saja tentunya akan maju,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *